Tuesday, 26 September 2017

Penasaran Kemegahan Air Terjun "Niagara" Indonesia? Ayok ke Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Jawa Timur

Heiiii kalian yang ngaku traveler....


Siapa yang tidak kenal "Air Terjun Niagara" ?? Sebuah kemegahan wisata kelas dunia, yang berada diperbatasan Amerika dan Kanada, dan bukan hanya belahan bumi eropa yang memiliki Kemegahan itu, Indonesia pun juga memilikinya di pelosok timur pulau jawa di Lumajang yang disebut "Air Terjun Tumpak Sewu".


Mengapa namanya Air Terjun Tumpak Sewu? Dalam bahasa jawa artinya Air terjun yag memiliki seribu aliran air. Kaat warga disana disebut nama Tumpak Sewu karena saking banyaknya aliran mata air yang mengalir dan tumpah menjadi air terjun yang berasal dari rembesan mata air dari dinding bukit setinggi kurang lebih 120 meter, hanya saja aliran sungainya cuma satu yaitu Sungai Gledek. Air terjun Tumpak Sewu terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Tmur.


Akses menuju Tumpak Sewu 

Ada 2 jalur menuju Tumpak sewu, yaitu dari arah malang dan dari Lumajang. Apa bedanya? Selain dari letak geografisnya juga dari jalur dan medan yang dilewati. Saking penasarannya, saya sudah 2 kali ke Air Terjun Tumpak Sewu dan mencoba 2 jalur tersebut hahaha...

1. Jalur malang


Menyambung blogku sebelumnya B29 dan B30 di Lumajang, Bromo from the other side setelah pulang dari B29 dan B30, aku bersama Surabaya Diving yaitu Pak Jimmy Lengkong, Mbak Ney, Kanda dan Mbak Mutiara, melanjutkan perjalanan menuju malang, melewati jembatan tua Gladak Perak yang dibangun sejak jaman kolonia belanda, lalu kemudian mengincar Air terjun Tumpak Sewu.

Namun saat itu kami masih mencari-cari jalur dan akhirnya berakhir gagal dengan menemukan jalur yang begitu sulit, turunan dengan hanya ranting-ranting bambu yang curam hampir 90 derajat yang jelas terpampang dibawah jurang yang curam, tanpa ada harapan melihat dimana ujung penurunan kami ini, namun disela-sela itu kami melihat pemandangan Air terjun tumpak sewu yang indah itu walau dari kejauhan.



Saranku, jangan mengambil jalur dari arah malang untuk menuju Tumpak Sewu ini, terlalu extream dan jalur yang curam cukup berbahaya, dan tidak semua orang mampu melewatinya. Jadi kami pulang dengan sedikit kekecewaan tidak dapat sampai di dasar Niagara-nya Indonesia ini.

2. Jalur Lumajang


Saking masih penasarannya dengan Tumpak sewu, saat itu ternyata Komunitasku di Surabaya, Traveling Indonesia mengadakan trip bulanan ke Tumpak Sewu lagi, awalnya saya tak ingin ikut karena pikir sudah pernah kesana terutama agak kecewa dengan medan yang dilalui. Namun ini bukan hanya masalah pergi kesebuah tempat dan traveling tapi ini tentang sebuah perjalanan dan bagaimana kami menikmatinya bersama.

Ohyaa saya belum pernah bercerita tentang komunitas yang tak sengaja kutemukan sejak saya pindah kerja ke Surabaya, yaitu Traveling Indonesia, banyak kepala di dalamnya, banyak budaya karena orang-orang dari berbagai daerah yang berkumpul jadi satu wadah karena kebetulan ketemu di Surabaya, namun ini bukan hanya sebuah Komunitas, namun sebuah keluarga bagiku.



Mereka adalah keluargaku selama perantauanku di Surabaya. Saya yang hanya sendiri disini, mencari pergaulan dimana-mana bahkan dibeberapa komunitas dan klub, namun bertemu mereka begitu berbeda, mereka adalah sahabat-sahabat lebih dari keluarga, dan dalam trip pun kami saling melengkapi satu sama lain. Pergi tak kenal pulang jadi saudara, itulah Traveling indonesia, Dulurku di Suroboyo.

Yah sekilas itu tentang mereka hehe aku aja nulisnya sampai terharu, akhirnya dengan sedikit (ehmm banyak sih) paksaan aku akhirnya ikut ke Tumpak Sewu, malam itu kami bersama-sama naik Bus menembus malam menuju kota Lumajang. Begitu sampai paginya, kami cukup segar karena bisa tidur selama di Bus, akhirnya kami menapaki jalan menuju Tumpak Sewu, jalan yang bagus dan landai, seperti jalur yang memang sudah dibuka untuk umum.




Baru di turunan pertama saja kami sudah disajikan pemandangan kemegahan Air Terjun Tumpak Sewu dari pemandangan atas yang sungguh sangat indah dan menkjubkan. namun untuk sampai di dasar bukanlah hal yang cukup mudah, melalui turunan tangga sepanjang 800 meter dengan kondisi tanah yang cukup curam mengikuti bentuk permukan tanah, diantara hutan-hutan, melewati beberapa air terjun kecil yang curam, dua kali melewati aliran sungai yang deras. Hingga akhirnya bertemu Goa Tetes yang dipenuhi tetesan air dari sumber mata air yang mengalir ke sungai di bawah goa yang menyerupai kristal sebelum mencapai dasar dari Air Terjun Tumpak Sewu yang dapat membuatmu tercengah akan keindahaannya dan kemegahannya.


Biaya yang di keluarkan 

1. Parkir kendaraan, Sesuai dengan besar kendaraan yang anda bawa. Saat itu kami karena rombongan banyak jadi naik Bus dengan biaya parkir Rp. 15.000,-.
2. Saat turun pintu masuk sebelum menuju dasar Tumpak Sewu Bayar lagi Rp. 10.000,- /orang
3. Biaya melewati jembatan yang buat oleh warga setempat Rp. 2000,-/orang.


Sebuah tempat yang luar biasa dan indah, yang tak mungkin ingin kalian lewatkan jika kalian berada di Jawa Timur. Yang mengaku diri kalian traveler, sebelum kalian pergi menginjakan kaki ke "Air Terjun Niagara" di Amerika, kenapa tidak yang dekat-dekat dulu, Ke Air terjun Niagara Indonesia "Air Terjun Tumpak Sewu". Indonesia tak kalah indanya dengan belahan bumi yang lain, Alam Indonesia menyediakan berbagai kemegahan dan keindahan yang ingin kalian jumpai tanpa perlu jauh-jauh terbang ke belahan bumi yang lain.

Penasaran dengan Air Terjun Niagara Indonesia? ayok Ke Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang. Dijamin tak akan menyesal melihat kemegahannya, kelelahan menuju kesana setimpal dengan apa yang akan kamu lihat. so tunggu apa lagi... cuss yuk guys....



Ohyaaa ini video keindahan .. selamat menikmati..!!




No comments:

Post a Comment