Friday, 22 September 2017

B29 dan B30 di Lumajang, Bromo From The other Side

Haiiiiii Lumajang.... I've arrived here, the other side of bromo...Yeahhhh!!!


Kenapa begitu banyak awan bagaikan kapas yang mengumpal dan terhampar sepanjang mata memandang, diantara jejeran pegunungan itu? mungkin ada penjual kapas di balik pegunungan itu, guyonku yang begitu bahagia melihat begitu banyaknya awan hahahha.....



Di Indonesia banyak sekali negeri di atas awan, entah itu di pelosok barat, hingga timur bahkan selatan tak lupa utara. Ada saja daerah yang memiliki wisata yang disebut negeri di atas awan, dengan suhu yang begitu rendah, sampai kamu tak akan lupa untuk menggigil kedinginan dan merapatkan kancing jeketmu hahaha...


B29 dan B30 disebut juga negeri di atas awan karena dari puncak bukit ini kita dapat melihat hamparan awan putih bagai lautan. B29 dan B30 ini begitu berdekatan dengan Gunung Bromo dan gunung semeru, Lokasinya berada di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Mengapa disebut B29 dan B30?

Konon katanya penduduk sekitar menyebutnya "Puncak Songolikur" yang dalam bahasa jawa berarti 29 sesuai ketinggiannya 2900mdpl dan 3000mpdl dan B yang berarti Bukit. Penduduk desa Argosari sebagian besar merupakan asli Suku Tengger. Ketinggian puncak B29 bahkan lebih tinggi dari Bromo yang hanya 2393 mdpl.



Lokasi wisata ini, cukup menantang menurutku, untuk naik ke puncak, bisa mengunakan motor cross atau menyewa ojek, yang jelas jalanannya tidak memadai untuk mengunakan mobil. Pemandangan yang indah dengan udara yang dingin, dengan hamparan vegetasi khas gunung dan savana serta jalur yang berkelok dan berliku, sepanjang perjalanan yang dapat memicu ardenalin, dan membutuhkan skill yang cukup keren jika ingin membawa kendaraan sendiri kesana hahaha seperti para bapak-bapak ojek bersarung warna-warni ini yang dengan kerennya bergelut dengan jalanan yang bukan seperti jalanan yang sesungguhnya hahaha karena hanya seperti jalanan tanah diantara perkebunan milik warga seperti kentang, wortel, kol, bawang dan lain-lain hahahha....




pemandangan di Puncak B29 dan B30 sangat indah, dari atas kita dapat melihat lautan awan yang menari-nari dan tepat di bawah garis pandang mata. Jika awannya terbuka maka dapat terlihat gugusan perbukitan yang berjejer rapi seperti gunung semeru, gunung bromo, gunung batok, pasir berbisik, padang savana dan cemoro lawang.

Akses dan Biaya Menuju B29 dan B30

 
Saat saya ke B20 dan B30 bersama dengan beberapa teman-teman dari Surabaya Diving, Pak Jimmy Lengkong, Mbak ney, Kanda, dan mbak Mutiara dari hawai. Tempat yang sudah begitu lama ingin saya datangi, maka begitu diajak tanpa berfikir panjang saya pun langsung mengiyakan untuk berangkat. Kami memulai perjalanan dari Surabaya menuju Lumajang dengan mengunakan Mobil, sebaiknya mengunakan kendaraan pribadi karena dari Lumajang menuju lokasi tidak ada angkutan umum. Kami saat itu berangkat hampir tengah malam menuju lumajang, sampai di lumajang sekitar dini hari. Perjalanan menuju lokasi begitu menanjak, terasa juga dari perbedaan tekanan udara dengan berdengungnya telinga dan udara dingin yang mulai menyengat.


Jika dari Lumajang untuk menuju lokasi B29 dan B30 kurang lebih jarak yang ditempuh sekitar 60 km, menuju Kecamatan Senduro kemudian ke daerah Argosari. Begitu sampai di Desa Argosari, kami disarankan untuk memarkir mobil di tempat yang telah disediakan, oleh karena perjalanan menuju Puncak B20 dan B30 akan dilanjutkan dengan mengunakan Ojek bapak bersarung warna-warni, itu saya sendiri yang menyebutnya hahaha karena hampir semua ojek-ojek disana mengunakan sarung sebagai jeket mereka dan topi kupluk sebagai helm mereka, yang tanpa disadari menjadi ciri khas mereka dan menurutku itu adalah hal paling menarik. Tarif yang mereka kenakan untuk biaya ojek Pulang Pergi yaitu 100ribu - 150ribu, itu tergantung pintar-pintar kalian menawar dan merayu mereka agar mau mengurangi tarifnya, saat itu kami mampu menawar hingga harga 130ribu hahahha...


Tapi bukan tergolong mahal harga itu, jika dilihat medan jalurnya, ataupun jarak yang ditempuh. Sudah saya katakan dibutuhkan skill berkendara motor untuk sampai disana (nanti dapat kalian lihat di video saya). Jika ingin melihat matahari terbit maka dianjurkan datang dini hari, memperhitungkan perjalanan maka usahakan sampai puncak sebelum jam setengah 5. Saat saya kesana belum begitu banyak orang yang berkunjung disana, tidak seperti halnya Bromo, mungkin karena medannya dan fasilitas penunjang, dalam hal ini transportasi yang tidak memadai. Hanya membutuhkan waktu sebentar dari B29 ke B30, biasanya para bapak ojek menawarkan untuk ke B30 tempat yang lebih tinggi dahulu sebelum ke B29. Tapi menurutku, pemandangan paling kerennya ada di B29 hehhee...



Datang ke B29 dan B30 seperti melihat sisi lain dari bromo, saya sudah ke Bromo 3 kali dan ini adalah yang keempat kali, dan menurutku, B29 dan B30 adalah sisi terbaik dari Bromo, tanpa terlalu dekat, cukup melihat dan disajikan pemandangan yang menakjubkan. Tempat wisata tapi masih jarang pengunjung, dan dari cerita bapak ojek bersarung warna-warni yang mengoncengku, bahwa setiap tahun di akhir tahun menyambut tahun baru, warga desa Argosari selalu mengadakan festival tahunan yang jelas lebih banyak menarik pengunjung atau hanya acara adat yang tiap tahun harus diselengarakan, namun selalu ditunggu. Tak ada salahnya mencari sisi lain dari tempat wisata yang telah legendaris, mungkin saja kalian seperti saya menemukan sisi lain yang lebih memukau. Good Luck guys (^ ~ ^)


Says thanks to. Mbak Ney, Pak Jimmy Lengkong, Kanda dan Mbak Mutiara yang sudah menemani trip kali ini. Trip pertama kami bahkan sebelum sempat trip diving bersama hahahha...


 Video Journey go to B29 dan B30


Contact Person :
Bapak Ojek bersarung warna-warni
Zainul (085346025954) 







No comments:

Post a Comment