Friday, 10 February 2017

5 Hal menakjubkan milik Kawah Ijen Banyuwangi, Jawa Timur



" Mbak.. Ojek gerobak mbak..masih jauh loh ke atas..." kata seorang bapak tua yang berdiri memegang sebuah gerobak yang sudah dirancang apik dengan beberapa bantalan kasur-kasur tipis yang kusut dan dekil disudut jalan pendakian. Dan hanya kujawab dengan tangan yang melambat tanda tidak dan sebuah senyum manis tanda terima kasih, karena jika mau dijawab bisa-bisa tenagaku habis duluan karena tidak hanya seorang yang menawarkan ojek gerobak, banyak bapak tua lain yang menawarkan dengan senyum paling manis hingga muka memelas yang mereka miliki.

Penanjakan yang menurutku tidak terlalu sulit, jika dibandingkan dengan pendakianku dengan gunung-gunung tertinggi miliki Sulawesi Selatan. Jalur yang aman dengan tanah yang datar sudah dipadatkan, kiri kanan semak-semak yang sudah dirapikan untuk jalur, jalur jalanan yang lebar sekitar 1 meteran,  ada tanda-tanda tertentu jika ada jurang, dan bahkan ada ojek gerobaknya hahahaha... itu hal yang paling mencengahkan buatku, sebuah gerobak barang yang di desain ala kadarnya mengangkut satu sampai dua orang sesuai permintaan entah itu jalan pendakian terjal atau turunan yang curam, dengan jasa ini kekuatan lengan sang ojek gerobak jelas terlatih salah sedikit penumpang bisa tergelincir berguling-guling, tapi ini hal yang paling wajar... Ini Pulau Jawa yang merupakan pulau dengan penduduk terpadat dibandingkan dengan Sulawesi, yang jelas segala fasilitas telah memadai.  

Kawasan Wiata Kawah Ijen masuk dalam Cagar Alam Taman Wisata Ijen dengan luas 2.560 hektare, termasuk hutan wisata seluas 92 hektare. Kawah Ijen ini terletak di puncak Gunung Ijen di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowosao. Gunung Ijen merupakan Gunung berapi dengan ketinggian 2.443 mpdl yang terletak berdampingan dengan Gunung Raung dan Gunung Merapi. Tapi berbeda dengan gunung di Sulawesi yang jelas kita mendaki untuk berjumpa, bertegur sapa, serta berselfie ria dengan kemegahan sang tringulasi, namun Kawah Ijen memiliki pesonanya sendiri yang seakan menjaring para penikmat keindahan ataukan yang menyebut diri mereka Traveler. dari dalam negeri bahkan seluruh dunia. Jika Gunung di Sulawesi menawarkan adrenalin maka Gunung di Jawa menawarkan Keindahan tanpa syarat. Menurutku ada 5 hal menakjubkan yang di miliki Kawah Ijen Banyuwangi yang tidak di miliki tempat lain, 1 tempat dengan 5 Pesona yang menjaring mata dunia.  Apakah itu?



 1. Blue Fire atau Api Biru 

Api biasanya berwarna merah namun ini adalah sebuah Fenomena yang hanya ada dua di dunia, Fenomena Blue Fire  ini hanya ada di Ijen dan Islandia. Oleh karena itu, (saya tidak mau pake kata "daripada" tapi "sebelum" kali aja jodoh ke Islandia hehehe..) sebelum kita ke Islandia mending ke Banyuwangi dulu yang terletak di ujung paling timur pulau Jawa. Maka tidak heran jika sosok si api biru ini begitu sangat diburu bukan hanya wisatawan lokal tapi juga turis asing.


Foto Blue Fitenya agak goyang berhubung waktu itu tidak pakai tripot

Blue Fire atau Api biru ini biasanya muncul di tengah-tengah penambangan Sulphur dan hanya bisa terlihat pada dini hari hingga menjelang pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Gunung Ijen adalah musim kemarau pada bulan Juli sampai September.

2. Danau Kawah Ijen yang berwarna hijau tosca

Danau diatas Gunung Ijen yang terbentuk akibat proses letusan Gunung Ijen, membuat kawah tersebut dipenuhi oleh air sehingga membentuk sebuah danau kawah yang sangat menakjubkan.  Namun ada pengecualian ini tidak seperti danau indah lainnya, untuk kita para penyelam yang badannya sudah gatal kalau lihat air yang bening hijau tosca begini harus bisa menahan diri untuk tidak nyempelung di danau ini yaa (bicara pada diri sendiri) hahaha..  Danau Kawah Ijen merupakan salah satu kawah paling asam terbesar di dunia. Memiliki tingkat keasaman mendekati nol, dengan kata lain dapat dengan mudah dan cepat melarutkan tubuh manusia. Bisa bayangkan jika tubuhmu larut bersamaan dengan tabungmu hahaha ngeri abis...
Foto teman mas bahtiar yang sudah sampai di depan danau kawah ijen



yang menarik dari kawah ini karena berada di tengah kaldera yang terluas di Pulau Jawa dengan diameter 6 km, Ukuran Kawah sekitar 960 x 600 meter dengan kedalaman 200 meter. Kawah ini terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera. Bayangkan sebuah danau besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang sangat memikat. untuk sampai ke danau harus menempuh jalanan turun yang cukup jauh dan curam ke arah danau.

3. Pemandangan Kawah Ijen dari atas 

Nahh menurutku ini view paling terbaik dari Kawah Ijen adalah dari atas dengan terlihat semua hamparan danau berwarna hijau tosca dikelilingi tebing-tebing belerang di hiasi kabut tipis yang terkadang muncul. Udara di Kawah Ijen sangat dingin, suhunya 10 derajat celcius bahkan di musim-musim tertentu bisa mencapai 2 derajat celcius, yang katanya menambah sensasi gunung ini, namun menurutku begitu dingin hahaha untuk kalian yang seperti saya tidak tahan dingin, sebaiknya mempersiapkan perlengkapan yang dapat menghangatkanmu dengan sangat baik, entah itu jeket, kupluk, kaos tangan, dan SB jika kalian ingin seperti saya yang ingin beristirahat karena kelelahan akhirnya tidur di SB beralaskan tanah begitu sampai di puncak hahaha.. Ohya dan juga jas hujan, karena cuaca kadang tidak menentu.
View Kawah Ijen dari atas
Pemandangan hutan belukar

Berbeda dengan jalan menuju danau kawah ijen yang menurun, perjalanan menuju tempat terbaik mengambil view kawah ijen cukup jauh dan menanjak namun agak landai tapi indahnya bukan main, melewati hutan belantara yang dihiasi ranting-ranting tanpa daun dengan langit gelap yang belum keluar birunya karena matahari yang masih manis bersembunyi ditutupi oleh kabut tipis, sehingga menunjukan pemandangan yang mistis nan indah hahahha....

4. Pemandangan Sunrise Pegunungan Ijen

Saat pagi hari, ketika matahari mulai muncul dari sela-sela pegunungan akan terlihat pemandangan yang sangat indah. Matahari menyinari hijaunya pegunungan yang di hiasi kabut. Sayangnya saat saya kesana mataharinya sedang malas bangun dan bersembunyi malu di balik kabut. Di sekitar lereng kawah terhampar pohon Manisrejo (cantiqi) yang berdaun kemerahan, bahkan dapat ditemukan Bunga Edelweis dan Cemara gunung yang hanya tumbuh di dataran tinggi.
Pemandangan dini hari di jalan menuju puncak ijen
Pemandangan pegunungan sekeliling Kawah Ijen

Bukan hanya itu, Jika kita mencoba memandang ke sekeliling maka akan terlihat rangkaian gunung lain di wilayah Pegunungan Ijen, seperti Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Merapi di timur, Gunung Rante yang menghiasi, menambah keindahan pemandangan Sunrise Pegunungan Ijen.

5. Penambang Belerang 

"Bapak mau kemana..???" kataku mengikuti seorang pria tua yang sedang memikul keranjang berisi belerang besar-besar berwarna kuning. "Mau bawa belerang ini turun ke bawah mbak.." katanya sambil tersenyum gentir. "Sebanyak ini di pikul turun sendiri pak..??tidak berat??" kataku terkejut. "hahaha sudah biasa mbak.. setelah di bawa turun, ada orang yang menada di bawah untuk di bawa ketempatnya pengolahannya, nanti upahnya kami bagi bersama-sama..tidak banyak tapi yaa begini ini untuk mencari sesuap nasi mbak.." ucapnya dengan serius berdiri menatapku, dia menghentikan pekerjaannya hanya untuk menemaniku ngobrol, saya hanya bisa terpaku dan kemudian tanpa ingin terlihat ibah saya tersenyum pada si bapak mengangkat tinju kecil keatas sambil berkata "Semangat yaa pak...". Haruslah kita belajar bersyukur pada hidup kita, jika melihat hal susah yang di jalani orang lain. 
  
Bapak yang memikul belerang menuruni lereng


Lelehan belerang yang berwarna kuning

Para penambang belerang ini mengambil belerang dari dasar kawah, dengan asap belerang yang cukup tebal namun hanya dengan peralatan penutup hidung sekadarnya seperti sarung. Mereka mendekati danau untuk mengali lelehan belerang dengan peralatan sederhana lalu di pikul dengan keranjang. Lelehan belerang berasal dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belarang berwarna merah yang setelah membeku akan berwarna kuning. Setelah belerang di potong-potong  kemudian di angkut dengan beban sekitar 90-100 kilo sambil menuruni gunung sejauh 3 km. Ketika jalan turun dapat kita temukan beberapa kerajinan ukiran tangan yang terbuat dari belerang berwarna kuning, entah itu bergambar bunga, ataupun kelinci dan banyak lagi. Untuk menambah penghasilan hal ini dibuat oleh para penambang yang cukup kreatif, ada juga yang menawarkan jasa pemandu lokal untuk para pengunjung ataukah menjadi ojek gerobak jika para pengunjung lelah dijalan.
berhubung waktu itu lupa foto jadi Sumber foto : Wikipedia
Ohya ada tips untuk bau belerang yang biasa tertinggal walau kita sudah memakai masker, caranya adalah basahi masker dengan air seadanya sebelum dipakai maka cairan air dapat menetralisir bau belerang yang menempel di masker. Demi alasan keamanan, pendakian ke Kawah Ijen dari Paltuding ditutup pukul 14.00 karena pekatnya asap belerang dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian.  


Akses Menuju Kawah Ijen 
 
Ohya tidak hanya berbagi 5 pesona keindahan kawah ijen, tapi juga saya ingin berbagi info akses menuju ke kawah ijen. Untuk kalian yang berada di luar jawa bisa start mulai dari kota surabaya, kota pling terbesar jawa timur. Transportasi menuju Banyuwangi bisa mengunakan Kereta Api yang dapat kalian pesan langsung di https://tiket.kereta-api.co.id/ jika di web bisa langsung memilih seat yang di inginkan, atau bisa di indomaret terdekat namun tidak bisa memilih seat, juga bisa membeli langsung di stasiun terdekat. Jika kalian mengunakan kereta api turunlah di Stasiun Karangasem, keluar dari stasiun dapat kalian temui tempat penyewaan mobil, motor hingga jeep. Dan juga ada tempat penyewaan alat outdoor seperti tenda, SB (Sleeping Bag), dan lain-lain yang biasa digunakan untuk pendakian. berhubung waktu itu udara sangat dingin saya juga menyewa SB seharga Rp. 15.000,-. Karena dari stasiun menuju ke Paltuding jaraknya cukup jauh sekitar 1 jam perjalanan. 

Selain itu juga Transportasi yang dapat mengunakan yaitu Bus, berbeda dengan bus di Sulawesi yang berangkat sesuai jadwal, tapi di Jawa bus-busnya siap berangkat 24 jam dan tergolong murah, sebaiknya naik Bus Patas harganya hanya beda sedikit dari bus biasa tapi kata orang-orang bus patas lebih baik karena jalur yang di lewati ada jalan pintasnya, dan busnya selalu ready tanpa menunggu terlalu lama. Ohya saya punya tips lagi untuk para gadis yang bersolo trip dengan mengunakan bus, perlu berhati-hati dengan para calo yang selalu ada di terminal, karena seperti saya yang menolak jasa calo malah coba dilecehkan, dan hati-hati dengan barang bawaan anda. Untungnya saya cukup berhati-hati walaupun ada sedikit kejadian tidak mengenakkan.

Selain transportasi umum seperti kereta api dan Bus, kalian juga bisa mengunakan kendaraan pribadi roda dua ataukah roda empat. Tidak perlu khawatir jika membawa kendaraan pribadi karena saat sampai di Paltudinng yang merupakan Pos PHPA (Pelindung Hutan dan Pelestarian Alam) Perhutanan di kaki Gunung Merapi-Ijen terdapat area luas yang dilengkapi fasilitas umum yang cukup memadai, seperti terdapat tempat parkir baik untuk roda dua maupun roda empat, Kamar mandi, toilet, dan mushola juga tersedia banyak warung makanan untuk membeli perbekalan yang diperlukan untuk pendakian.  

Biaya tiket Kawah Ijen :

- Restribusi Pos jaga kawasan desa yaitu Rp. 3.000,-/orang.  
- Biaya pendaftaran pendakian yaitu wisata lokal Rp. 5000,-/orang pada hari kerja dan Rp. 7.500,- /orangpada hari libur.
- Biaya pendaftaran untuk wisatawan mancanegara Rp. 100.000,-/orang pada hari kerja dan Rp. 150.000,-/orang pada hari libur. 
- Mendirikan tenda Rp. 15.000,-/tenda
- Penginapan Perhutani Rp. 150.000,-/malam 

Pendakian biasa mulai dibuka dini hari pukul 01.00 WIB. Jarak yang ditempuh dari Paltuding menuju ke Kawah Ijen sekitar 3 KM. Namun Kondisi jalur trecking berupa tanah berpasir dan batu halus dengan sudut kemiringan bervariasi antara 10 sampai 35 derajat, dengan udara dingin yang menyengat ditambah kondisi fisik yang cukup terkuras karena berjalan pada waktu subuh, disitulah para ojek gerobak berperan hahaha... Saat melakukan pendakian banyak yang jatuh dan menyerah ditengah jalan, dan memilih mengunakan jasa ojek gerobak. Sebelum mencapai puncak Ijen, terdapat Pos Penimbangan yang dikenal sebagai Pondok Bunder yang berada di ketinggian 2.226 mdpl dan ini merupakan tempat menimbang belerang para penambang, juga terdapat warung makanan dan minuman yang akan buka jika sudah pagi.
Thanks buat mas Bahtiar dan mbak Wulan
Saat saya ke Banyuwangi bukan berarti saya tahu segalanya, sudah pasti hukum alam "Kawan membawa berkat " itu selalu berlaku padaku. Selama dibanyuwangi saya ditemani oleh kawan yang dikenalkan oleh sahabatku. Bersama Mas Bahtiar, Mbak Wulan, dan Mas Agung saya pergi bukan hanya ke Kawah Ijen tapi juga Pulau Merah. Ohyaaa Mas Bahtiar juga melayani jasa Guide tempat-tempat wisata sekitar Banyuwangi, bagi kalian yang ingin ke banyuwangi dan bingung mau kemana dan gimana caranya Mas Bahtiar siap membantu, dibawah saya bagi yaa kontak personnya. Makasih buat kalian semua kawan seperjalanan, karena sebuah perjalanan tak ada artinya tanpa menghasilkan setidaknya seorang kawan. Perjalananmu tak ada artinya jika tak kamu bagi kepada dunia yang juga ingin melihat keindahan itu.

Mari mampir lihat video youtubeku tentang perjalananku ke Kawah Ijen



Contact Person :
Guide Banyuwangi (Mas Bahtiar) : 081231757765

5 comments:

  1. Mangstaps pantas ko ndak betah disini,,,
    keren keren,, jadi ada tambahan referensi tuk liburan.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha yoaii.. coba ko baca postinganku di bawah ini,, tentang timika hahaha..

      http://warnahiduptashya.blogspot.co.id/2017/01/work-city-of-timika-papua.html

      Delete
  2. Ojek gerobak bayar berapa ya mba ?

    ReplyDelete