Friday, 28 October 2016

No Planning VS 3 Nusa Bali (Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan)


Kamu pernah melakukan perjalanan tanpa rencana apapun? Hanya bermodalkan nekat dan asal jalan hahaha saya pernah…. 
Bali adalah Salah satu surga Indonesia, namun buat kalian yang sudah sering ke Bali tapi bosan kalau kesitu-situ aja, biarpun banyak pilihan, Nah jika kalian pengen coba sensasi yang berbeda dan menyenangkan, kalian bisa coba ke sini… Bali memiliki 3 pulau kecil yang terdapat di sebelah tenggara yaitu Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Pulau-pulau indah yang bagai memiliki atmosfir tersendiri, dengan nuansa berbeda akan keramahan dan kesenjangan masyarakat sekitar yang akan membuatmu merasa berada di kampung halamanmu sendiri. Perjalanan tanpa rencana dan mengikuti arus perjalanan sesuai keinginan hati, beranjak jika bosan dan tetap tinggal jika menyenangkan. Sensasinya jelas berbeda, beda penasarannya, beda ingin mencoba hal lain lagi, dan jelas banyak binggungnya hahaha... 
Nusa penida, Nusa lembongan dan Nusa Ceningan memiliki banyak wisata alam yang tak dimiliki tempat lain, keindahan yang sulit digapai, rasa penasaran yang harus diurungkan oleh karena keterbatasan.. Kutapaki dengan santai dan tertatih (hahaha itu karena kakiku sedang cedera), memandang dengan luas namun detail hingga kesetiap sudut, menelanjangi tiap keindahan alam nusa bali ini dengan mata yang bagai tak bisa terpejam, menikmati perjalanan yang hanya 3 hari ini bagai memiliki waktu yang sangat panjang. 
Kadang waktu seakan berhenti sejenak untuk memanjakanmu.   


Tanpa direncana dan hanya bermodalkan ajakan gila yang agak maksa dengan sedikit racun tentang keindahan Nusa penida. Segalanya saya serahkan sama patner in crimeku yang sudah setahun ini menemani dengan gila dan asal berangkat.. Kenapa saya sebut dia patner in crime? Karena sudah setahun ini kami melakukan hal gila, pergi mengunjungi tempt-tempat yang indahnya gilaa, entah itu tersesat, jalan tidak ada arah, berani pake transport apapun dan pergi ke berbagai tempat bersama-sama hahaha… Saat akan pergi kesuatu tempat, kami biasanya selalu dengan penuh perhitungan dan perencanaan yang matang jika ingin pergi kemana pun tapi kali ini betul-betul kuserahkan semuanya padanya, tanpa ingin berfikir apa-apa, ingin tahu aja apa kejutan yang akan di berikan nusa penida namun tetap list destinasi selalu menjadi bagianku hahaha sama aja.. Niatnya sih hanya explore nusa penida ehh malah kebablasan sampai pulau seberangnya lagi hahaha.. 
Malam itu saya berangkat dari Makassar menuju Pulau Bali tanpa perencanan dengan sedikit beban yaitu kaki cedera habis turun mendaki. Walau cedera tak bisa mundur karena tiket sudah dipesan jauh hari ckckck.. Kami bertemu di bandara Ngurah Rai Bali, dengan gesit kami memesan uber untuk menuju ke wilayah Sanur Bali. Ketika sampai di sanur kami sedikit berkeliling mencari stand pemesanan tiket kapal untuk ke Nusa Penida besok tapi sepertinya sudah terlalu malam sehingga hampir semuanya sudah tutup. Daerah sanur terletak di pesisir sebelah timur kota Denpasar, Kawasan ini merupakan daerah pelabuhan penyeberangan. Penginapan dan hotel-hotel juga loket-loket penjualan tiket penyeberangan yang banyak berjejer di pinggir jalan. 

Kuliner yang perlu di coba ketika berada di Sanur bali yaitu Warung Mak Beng. Bukanya dari jam 9 pagi hingga jam 10 malam, Letaknya persis di pinggiran jalan, makanan yang di tawarkan yaitu Nasi, ikan laut yang di goreng dengan sup nya. Namun jika ingin menikmatinya cukup banyak antrian yang harus di lewati, dan jangan terlalu malam takutnya kehabisan, seperti kami saat itu yang akhirnya tidak dapat mencicipi sup andalan mak beng. Tapi kelembutan tekstur ikan dan sambalnya behh JUARA banget hahaha… 
Keesokan harinya pagi-pagi sekali kami harus segera menuju ke Loket terdekat yang menjual tiket kapal cepat menuju Nusa Penida, dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. Namun biayanya cukup mahal yaitu Rp.250.000 untuk Pulang dan pergi sekaligus. Ohyaa saya berbagi tips sebaiknya beli untuk perginya saja dulu karena saat di nusa penida ataupun lembongan juga ada loket penjualan yang bisa menjual tiket balik. Karena saat itu kami khawatir waktu pulangnya, jadinya kami membeli tiket langsung pulang pergi yang akhirnya perlu kami tukarkan nantinya karena ingin mengubah rute perjalanan hahhaa…
Namun ada juga transportasi lain jika dari Pelabuhan Padang Bai, bisa mengunakan Kapal Roro (Roll of Roll) yang merupakan kapal besar yang bisa memuat banyak barang sampai mobil atau motor harga kapalnya juga lumayan murah sekitar Rp.15.000 untuk dewasa dan Rp.20.000 untuk kendaraan. Jarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan namun waktu keberangkatannya sekitar jam 11 siang dan jam 1 siang, transport ini tidak menjadi pilihan kami karena menunggu waktu keberangkatanya lumayan membuang waktu. 

Nusa Penida   

Kami menaiki Fast Boat yang berangkat dari pelabuhan sanur dengan tujuan Pelabuhan Buyuk tepat pukul 8 pagi.  Sesampainya kami di pelabuhan Buyuk di Nusa Penida, kami langsung menyewa sepeda motor dengan biaya Rp. 80.000/hari, karena ini merupakan pulau terpisah maka dari pada itu biaya penyewaan kendaraannya lumayan mahal di bandingkan saat kita di bali. 

Setelah itu kami ditemani abang penyewa motor dituntun mencari penginapan yaitu Edy Guest House dengan biaya Rp.200.000/malam dengan rencana menginap 2 malam. Tempat yang begitu terlihat masih sangat tradisionil, dengan banyak ukiran-ukiran bali disetiap pintu kayu dan jendela yang menghiasi dengan indah dan asri, halaman yang tergolong cukup kecil tapi di tata dengan sangat menawan, dengan banyak pohon dan bunga kamboja berjejer. Di penginapan ini terdapat dapur jika orang ingin masak sesuatu ataukah membuat minuman hangat, juga disediakan lemari pendingin dan minuman dingin yang dijual, agak tak perlu jauh-jauh mencari jika kehausan. Hal yang paling ku suka dipenginapan ini adalah bapak yang sangat baik dan suka mengajak kami berbincang-bicang sembari curhat mengenai pengalamannya dengan tamu-tamunya terdahulu. Selain itu bunyi gemelang yang berada di pondokan seperti tempat beristirahat tepat di depan kamar, dimainkan oleh bapak penjaga penginapan jika pagi hari, menjadi penghantar yang menyenangkan menyambut pagi. 
 
Hal yang paling kusukai adalah sarapan sambil keliling pasar mencari jajanan khas nusa penida hahhaha sangat bahagia,, bawa duit seadanya ke pasar tapi habis semua, semua jajanan apapun yang baru di lihat langsung di beli biarpun ternyata pas dimakan tak sesuai selera hahhaa.. ini namanya lapar mata. Tapi satu yang menjadi andalanku yang... behhhh buat saya jatuh cinta yaitu sama kantong kecil berisi bubur kacang ijo dan bubur tepungnya seharga 1000 rupiah itu,, sangat enak teramat sangat hahahhaa lebay tapi sungguh... Satu hal yang menjadi bonus di nusa penida, kamu tak harus pakai helm dan bebas meninggalkan kunci motor di motor tanpa takut akan dicuri hahahaha betapa amannya pulau ini,, seandainya dikota juga begini, mungkin semua pencuri bangkrut hahahhaa.....

Setelah sampai di tempat seindah itu tak membuat kami tinggal diam, dengan sepeda motor kami mulai menelusuri tiap pelosok ke tiga nusa itu. kami menelusuri bukan hanya dengan bertanya, singgah melihat peta, tanda jalan tapi juga dengan GPS, Namun tak semua lokasi ada signal yang mendukung, apalagi daerah yang cukup sulit dijangkau, oleh karena itu ada 1 tips lagi, Jika kalian mengunakan aplikasi google maps, sekarang sudah di dukung dengan mode offline, maka sebelum berangkat menjelajah sebaiknya kalian menyimpan terlebih dahulu lokasi daerah yang ingin kalian kunjungi, mengantisipasi jika tak adanya signal. hehehe semoga bermanfaat... 
1.      Puncak Mundi Nusa Penida
Ketika kami mencoba mencari jalan kearah selatan, disitulah kami melihat dari kejauhan banyak baling-baling listrik tenaga angin. Mengikuti jalanan kecil dengan jalan berupa pendakian yang berkelok-kelok, dikelilingi oleh hutan yang menyajikan pemandangan pegunungan dengan laut sebagai batas cakrawalanya. setelah berputar-putar di arah yang berbeda ternyata sampai di Pura Puncak Mundi, sebuah tempat ibadah umat hindu. Namun saat itu tempat itu tertutup dan tidak sembarang dimasuki karena harus memakai selendang. 


Pantai Pasih Uug (Broken Beach) Nusa Penida
Pantai ini merupakan kawasan wisata yang unik dan indah. Namanya saja "Pasih Uug" yang berarti Pantai yang rusak tetapi nama yang begitu berbeda dengan keindahannya. Oleh karena letaknya yang sulit ditempuh dan jauh dari penduduk setempat, tempat ini masih sangat indah, nyaman dan tidak ada biaya masuk (Gratis). Hancurnya kawasan ini malah menjadi panorama indah yang sangat menarik. Pantai Uug terletak di Banjar Sumpang, Desa Bunga Mekar di Nusa Penida bagian Barat. Bawah laut Pantai Uug begitu indah dengan banyak penyu laut dan manta ray berkeliaran bebas.

Angel's Billabong
Angel's billabong biasa disebut Bidadarinya Nusa Penida. Kata Billabong yang diambil dari bahasa Ingris yang berarti Ujung dari sebuah sungai yang Buntu. terletak Klungkung Nusa Penida, Seperti sebuah muara dengan permukaan air yang sangat tenang, jernih dan bening. Berbentuk seperti sebuah kolam yang sangat alami, dengan memiliki ciri khas artistik dan batu karang berwarna hijau kuning dengan kombinasi warna biru laut menambah keeksotisan Angel's Billabong ini. Melihat air yang jernih dan segar ini membuat kalian pasti sangat ingin berenang dan berendam didalamnya, namun harus berhati-hati jika ingin turun karena jalan yang agak terjal, perlu berhati-hati juga jika air laut sedang pasang karena ombak laut akan begitu berbahaya seperti sebuah gelombang yang menghatam keras karang-karang disekitarnya. Menyesal sangat tidak bisa berenang disitu karena baru niat mau turun aja, engkel kakiku yang lagi cedera uda ngilu hahaha.. Next timelah yaa my Angel...

Pantai Atuh dan Rumah Pohon Nusa Penida   
Pantai Atuh terletak di Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Begitu sampai sudah mulai dari parkiran sudah kami temui warung yang dihiasi denga begitu manis, dengan atap-atap jerami juga banyak bale-bale dengan view pemandangan seperti halnya raja ampat yang terkenal dengan laut dihiasi tebing-tebing hijau dengan ombak-ombak besar disekitarnya. Untuk mencapai pantai perjalanan masih cukup jauh, tapi pemandangan ini pun sudah sangat luar biasa, berhubung saatnya makan siang, jadi tak kami sia-siakan warung satu-satunya yang ada hahaha walau makan seadanya yang hanya mie goreng dan nasi goreng tapi dihias dengan manis hahaha Perfect Lunch...
Disisi lain pantai atuh berbeda arah sedikit bisa kita temukan Rumah Pohon. Dari arah warung cukup terlihat jelas, Namun cukup jauh tangga yang harus kita turuni untuk sampai di rumah pohon ini. Rumah pohon ini terletak diatas pohon besar dengan pemandangan tebing curam dan keindahan pantai atuh terlihat dari jauh, untuk bisa naik di rumah pohon ini ada tangga yang sudah disiapkan, disisi kiri rumah pohon  dapat kita temukan  tangga-tangga menuju pura dan adalagi pondokan kecil seperti bale-bale yang berada beberapa anak tangga lagi dari pura. Namun saat itu kami harus segera balik karena langit sudah sangat mendung dan hujan gerimis mulai turun, karena kami harus kembali manaiki tangga yang jelas berat untukku yang kembali fokus pada kaki cederaku hahahhaa... betul-betul pasukan berani mati demi sebuah keindahan dan foto-foto kece hahahaha....




Pantai Crystal Bay Nusa Penida 
Sunset terbaik Nusa Penida itu menurutku milik Pantai Crystal bay,, Jarak yang kami tempuh menuju Crytal bay cukup jauh. Pantai yang jernih layaknya sebuah kristal. Berjalan dengan kaki telanjang merasakan pasir pantai dan air laut yang dingin sekedar merelaksasi kaki yang letih karena lelah seharian, ditutup dengan langit senja yang dipandang dari hammock rajut milik salah satu cafe di pesisir pantai itu, dengan latar pohon kelapa yang berjejer rapih dan menjulang tinggi, dengan latar sebuah pulau kecil yang bolong diseberang pantai.

Seharian explore tanpa menyelam sedikitpun membuat badan ini rasanya agak gatal, hahaha di sekitar pantai crystal bay banyak menyewakan alat snokling atau fasilitas kapal, jika ingin snorkling di sekitar manta point berkisar 200ribu/orang dengan 3 spot berbeda plus alat dan kapalnya. Cukup murah, itu menjadi salah satu rencana kami ataukah ingin diving disekitar manta point dengan harga sebagai berikut :
Salah satu informasi harga yang kami dapatkan di salah satu dive center di Nusa Penida


Tapi semua itu hanya rencana, sambil mempertimbangkan kakiku yang masih cedera yang jujur sangat menyusahkan ini, akhirnya semua itu BATAL!!! hahahhaa.... dan beralih ke rencana lain yaitu menuju Nusa ceningan kemudian nusa lembongan hahahahha...  Disitulah sensasinya, ketika rencana dan usahamu bertanya sana-sini yang kemudian berujung ke plan yang lain hahaha...

Nusa Lembongan
Awal perjuangan kami mengubah rencana seenak dengkul adalah kami harus bertanya kesana-sini untuk menukar tiket pulang kami dari Nusa penida yang sudah lebih dulu kami beli, cukup di pimpong sana sini namun akhirnya kami bisa mendapatkan jawaban yang memuaskan, bahwa tiket pulang kami bisa kami tukar di konter tiket yang sama yang berada di nusa lembongan. Mendapatkan jawaban yang cukup memuaskan kami langsung pulang untuk packing dan kembali berangkat. Satu hal yang saya sesali dari berangkat subuh ini adalah saya tak bisa menyicipi lagi bubur kacang ijo dan bubur tepung seharga 1000 rupiah andalanku hikss...

Subuh-subuh kami sudah bangun untuk mengejar kapal yang akan berangkat ke Nusa Lembongan, kami harus mengembalikan motor di pelabuhan tempat kami meminjam motor, dengan hujan gerimis yang menyambut. Nusa Penida memiliki 2 pelabuhan yang terpisah jarak yang cukup jauh (aslinya tidak tahu nama pelabuhannya,kalian bisa tanya warga sekitar saja hehe..), untuk menyeberang ke nusa lembongan harus naik dari pelabuhan yang berbeda dari tempat kami mengembalikan motor. Hal yang membinggungkan kami harus naik apa ke pelabuhan itu lagi karena sama sekali tidak ada ojek yang bangun saat itu, dan angkot yang ada cuma berbeda arah, dan angkotnya disini seperti mobil pickup hahaha.. Sambil terus menunggu dengan sabar, akhirnya ada angkot yang lewat TAPI.... dengan muatan yang penuh bejibun hahaha dengan sayur-sayuran, bumbu-bumbu dan buah-buahan yang dipadat-padatkan tanpa celah sedikitpun beserta ibu-ibu pedagang pasar yang asal nusa lembongan yang datang berbelanja di pasar nusa penida. Duduk seadanya dipinggir jeruji pickup sambil menikmati perjalanan kami, dengan angin dingin bekas hujan yang menerpa dibalut gelapnya subuh pagi itu. Sekedar cerita-cerita dengan ibu-ibu pedagang pasar yang menanyakan asal kami dan juga mengajak kami barengan menyeberang ke nusa lembongan. Begitu sampai kami harus menunggu sedikit untuk mereka menyelesaikan aktivitas mengangkat barang-barang mereka, dan terkagum-kagum dengan perahu antar pulau ini yang penuh dengan sayur-sayuran hahahha saya jujur sungguh senang... ini betul-betul traveling like local banget... berbaur dengan mereka sambil melihat aktifitas mereka mengupas buncis yang dimasukkan di dalam plastik sambil bercerita dengan bahasa lokal mereka, mengamati itu semua dalam hatiku sangat senang,, dengan biaya kapal perahu hanya 15ribu/orang, begitu murah tapi disajikan pengalaman yang seru ini.. kebahagiaan kecil yang kami alami saat itu, dengan sambil pandang kami hanya tertawa kecil sambil keluar kalimat "seru kan..." hehehe..
Begitu sampai di Nusa lembongan, kami harus kembali mencari motor sewaan, Tak perlu sulit mencari karena banyak tempat penyewaan di sekitar pelabuhan. Dengan harga yang lebih mahal lagi dibanding Nusa Penida yaitu 100ribu/hari, yang hanya kami sewa juga sehari, karena besoknya kami harus kembali ke bali.
Ditemani hujan rintik, kami menelusuri jalan dengan GPS offline andalan kami sambil mencari-cari penginapan yang berada di tepi pantai, yahh setidaknya dengan background pantailah hahahhaa... Dengan slogan yang selalu tanpa sadar dilakukan, Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian, The last always be the best part. hahahhaa... Akhirnya kami temukan seharga 250ribu/malam, cukup mahal namun lumayan untuk pemandangan belakangnya yang dihiasi pantai putih bersih yang digunakan untuk usaha rumput laut masyarakat sekitar, bagian belakang penginapan.

Dream Beach 
Tak menunggu lama dan membuang-buang waktu, kami memilih mengelilingi nusa lembongan dengan motor yang telah kami sewa. Pulau ini lumayan kecil dengan tempat wisata yang memiliki jarak-jarak tidak begitu jauh. tak bisa menjelaskan lokasi yang tepat dan rute perjalannannya, maka saya hanya menyarankan agar jangan lepas dari GPS anda dan jangan pernah malu bertanya hahaha karena itulah yang akan menuntun kalian kejalan yang benar cieileehh hahaha... Tujuan pertama kami yaitu Dream beach, seperti layaknya pantai impian, dari parkiran dapat kita lihat cafe yang sudah dipermak dengan apik bergaya kapal pesiar yang berdepanan dengan pantai berpasri putih yang dihiasi tebing di kiri dan kanannya, untuk sampai ke pantai perlu menuruni beberapa anak tangga.


Devils Tears
Setelah puas berfoto-foto di dream beach, ditemani hujan gerimis kami beranjak menuju Devils Tears. Tempatnya tak cukup jauh dari Dream beach. kalau tidak salah cukup hanya dengan berjalan kaki saja sambil tetap memarkir motor di tempatnya. Devils Tears ini memiliki view yang sangat indah berada pada dataran yang tinggi, dengan tebing dibawah menuju kearah pantai namun tidak untuk berenang oleh karena ombak dan gelombangnya yang cukup besar


Tak banyak tempat wisata yang bisa di Nusa lembongan karena hampir semua adalah tempat wisata hahaha.. Yang tiap jengkalnya di manjakan dengan pemandangan yang super duper indah milik nusa lembongan. Kami sempat singgah di tempat menjual asesoris khas nusa penida, banyak macam yang di jual disana, kami hanya membeli baju anti meanstream bertulisan Nusa Lembongan yang harganya cukup mahal sekitar 125ribu/buah, yah disinilah jiwa tawar-menawar anda bisa diperlihatkan hahaha.... Namun cukuplah menjadi sebuah tanda mata kami sudah menginjakkan kaki di nusa lembongan. Di sekitar tempat penjual asessoris ternyata adalah kampung rumput laut, banyak berjejer di pinggir jalan, rumput-rumput laut yang sedang dijemur untuk dikeringkan kemudian di olah.

Jembatan kuning menuju Nusa Ceningan
Jembatan kuning menuju Nusa ceningan ini menjadi keunikan sendiri bagi para pengunjung. Jembatan gantung yang menjadi penghubung antara nusa ceningan dan nusa lembongan ini biasa menjadi objek foto bagi para pelancong. di bawahnya jelas adalah lautan dengan pantai yang berpasir putih dan indah dengan banyak perahu dan pakal penyeberangan lewat berlalu lalang di bawah jembatan.


Nusa Ceningan 
Nusa ceningan hampir sama seperti nusa penida, tidak ada tempat wisata karena hampir semua adalah tempat wisata. Pemandangan indah yang di pamerkan dengan tidak tanggung-tanggung membuat kami takjub. Tak tau akan pergi kemana, kami hanya berkeliling, hingga sampai di Blue lagoon yang terkenal dengan Cliff Jumpingnya, namun karena cuaca tidak begitu bagus saat itu dan gelombang begitu besar sepertinya tidak disarankan saat itu. Kami cukup mencari-cari Blue Lagoon dan Cliff Jumping itu dimana, yang kami kira adalah sebuah tempat wisata umum dan ternyata tidak!! hahaha tempat itu berada didalam sebuah cottage yang banyak dihuni oleh para bule-bule hahhaa..


Setelah lelah berkeliling, kami pulang dan beristirahat dengan bersantai di kursi pantai di belakang penginapan sambil memandang laut yang luas sambil menunggu sunset yang tak kunjung datang oleh karena cuaca yang mendung. Setelah makan malam, kami kembali pada kursi pantai kami, sambil menikmati sebotol beer dan beberapa potong buah semangka merah dan manis. Bercerita tentang pengalaman yang telah kami lewati.



Beberapa pantai di Nusa penida, Nusa lembongan, Nusa Ceningan memiliki ombak yang besar, oleh karena itu banyak peseluncur dunia datang untuk surfing di pantai. untuk diving biasa mengunakan boat ke spot dive yang akan di datangi. Saat waktunya pulang, begitu berat rasanya kaki ini melangkah meninggalkan Pulau ini kembali ke pulau bali yang kemudian terbang pulang ke makassar. Banyak kesan yang mendalam akan tempat juga keindahannya.Dan kami pulang tanpa sedikitpun berenang, snorkling bahkan menyelami bawah laut ke 3 Nusa ini hahaha sayang rasanya namun bali cukup mudah dijangkau,, Smoga masih ada kesempatan merasakan pesona bawah laut Nusa penida, Nusa Lembongan maupun Nusa penida. 

Hidup ini tak ada satu orang pun yang mengetahui akan pergi kemana dan sampai dimana. Namun asal nekat ini telah membuat kami bisa sampai di tempat seindah ini. Mengapa tidak!! Hidup hanya sekali, mengapa tidak melakukan segala hal yang kau inginkan, kadang berjalan tanpa berpikir, cukup menikmati dan berjalan terus akan membuatmu lebih baik. Terkadang banyak tempat indah yang ingin kita datangi, namun kita tidak melihat ada pulau kecil di sudut pulau bali yang begitu indah. Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan memiliki keindahannya yang memukau diantara begitu banyaknya pulau yang menjadi incaran para turis saat ini.
Ayo ke Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan.. dijamin pulang dengan berseri-seri hahahaa....


Video about the journey

6 comments:

  1. waooo foto2nya bagus.. bikin ngiler ke sini jg hehe...
    smga tahun depan lah bisa mampir k sni jg. :)

    salam kenal ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung.. blog kamu jg bagus2 fotonya... salam kenal juga.. smoga bermanfaat infonya :D

      Delete
  2. bubur bubur bubur wkwkwk :)

    tapi bener bener kerenn tuh yang di pulau peninda yang mirip dengan raja ampat,, btw itu memang sepi atau karena bukan long weekend ??

    salam kenal ya kak ;)



    Paket Wisata Dieng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga... iya nusa penida keren bget, klo kesana dijamin ngk rugi hehehe... Daerahnya memang agak sepi karena akses jalan kesana agak sulit, tapi banyak juga wisatawan lokal dan mancanegara yang datang kesana...
      Terimakasih sudah berkunjung :)

      Delete
  3. Hallo salam kenal ,
    kalau ada update cara backpaker ke malang info dong .
    thank you ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Salam kenal juga...
      hehehe iyaa smoga bisa nulis tentang backpackeran di malang..
      jangan lupa follow blog saya ya untuk melihat updatean-updatean terbaru...

      Delete