Friday, 22 July 2016

Hidden Paradise, Togean Island



When you look at me, when you think of me, I am in Paradise..
_William Makepeace Thackeray_
Memikul carrier berpindah dari satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain, dari satu kapal ke kapal yang lain, mulai dari kapal yang besar hingga kapal terkecil, menaiki berbagai kendaraan, mulai dari udara, darat, apalagi lautan, beranjak dari satu pulau ke pulau yang lain, demi menemukan surga tersembunyi di pelosok kepulauan Togean ini. Beberapa deretan pulau yang hampir tak terjamah oleh jaringan raksasa yang sebagian besar sekarang menguasai otak manusia yaitu signal ponsel. Berada disana seakan mengasingkan diri dari hingar bingar kehidupan kota, menyepi diantara pemandangan indah yang disajikannya. Berbaur dengan kehidupan masyarakat sekitar yang tak mengenal seberapa banyak mereka harus merengut isi kantong para turis, yang jelas berbeda dengan kebanyakan tempat wisata lain. Kehidupan yang bersahaja yang membuatmu merasa seakan dirumah sendiri, seakan berada dalam dunia impian para penjelajah. 
Hidden Paradise, Togean island. 



Taman nasional Kepulauan Togean adalah sebuah taman nasinoal di kepulauan Togean yang terletak di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Kepulauan ini dikenal kaya akan terumbu karang dan berbagai biota laut yang langka dan dilindungi. Wilayah ini berada di Kabupaten Tojo Una-una, terdiri dari 6 pulau besar dan 200 lebih pulau kecil. Begitu banyak kami temukan wisatawan asing yang menjelajah hingga pelosok kepulauan togean ini hingga ke pulau terjauhnya, yang bahkan tidak terjangkau oleh wisatawan lokal (Indonesia) yang hanya berkunjung di pulau terdekat yang paling mudah ditempuh, oleh karena kurangnya informasi yang didapatkan. Namun kami berusaha mematahkan semua itu dengan mengunjungi pulau terjauh dan jelas terindah, yang memang menunjukkan dengan jelas hanya kami wisatawan lokal yang ada disana, selain itu semuanya wisatawan asing.  

Awal merencanakan trip ini sudah terbentang dipikiran kami bahwa ini adalah trip sulit, menyusun 5 itinerary dan berujung semuanya dihapus, dikalahkan oleh lenyapnya jaringan signal telepon. Tak bisa booking penginapan, tidak bisa mengatur jadwal kapal, bahkan tak ada keberanian untuk memesan tiket pulang. Hanya bermodalkan tiket berangkat dan sejumlah uang sebagai bekal, karena kalian tak akan menemukan kotak mesin ATM disana. Tapi di situlah tantangannya, 10 hari backpacker tanpa mengenal seorangpun dengan uang seadanya yang sudah diperhitungkan, mengelilingi pulau-pulau terpencil dan menginjak tempat-tempat baru, dengan sebuah imajinasi yang bertumbuh dari diri kami akan sebuah tempat yang luar biasa namun setelah di jalani tenyata begitu spektakuler.

 

Jadwal Transportasi…

Jadwal Travel :
waktu keberangkatan mobil travel jam 5 sore - 3 subuh.
Togean Indah Travel
Palu - Ampana ( 0823-43764369 ) 
Ampana - Palu ( 0852-42279825 )
*Biaya : 150 ribu/orang

Jadwal Kapal :
Ada 2 referensi jadwal kapal yang kami gunakan sebagai pembanding, walau ada beberapa perbedaan tapi kurang lebih sama. Tinggal kalian bisa memilih mana yang baik dijadikan referensi yang bisa dicocokkan dengan jadwal itinerary kalian.
*Biaya :
Kapal Biasa (KM) : 59ribu, 15ribu (*bervariasi)
Speedboat Hercules : 100ribu


Berbagi Itinerary…
Seperti yang sudah saya bilang, sebelum berangkat kami bahkan sudah menghapus 5 rencana itinerary kami karena tak menemukan satu titik tengah diantaranya karena minimnya informasi. Tetapi kami sudah menjalani 10 hari dengan penuh pertimbangan dan berusaha menghemat budget sambil mencatat itinerary ini, Jika kalian berkenan, kalian bisa mengikutinya atau sebagai tambahan informasi.

Hari Pertama, Sabtu (30/04/2016)

13.10 – 14.15              Flight dari MAKASSAR – PALU 
14.15 – 14.30              Sampai Di Bandara Udara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu
14.30 – 16.00              Persiapan cari Mobil Travel Palu - Ampana  
                                    (Biaya Taxi bandara 100ribu)
17.00 – 03.00              Perjalanan Travel Palu – Ampana (10 jam )
                                   
*Catatan :
Alternatif lain misalnya,
- Makassar-Poso-Ampana (lumayan dekat tapi harga tiket pesawat ke poso jauh lebih mahal dibanding ke palu)
- Makassar-Gorontalo (biasa ini menjadi alternatif yang paling dipilih karena harga tiket pesawat yang terjangkau, juga tak perlu naik mobil travel lagi tapi dari gorontalo langsung naik kapal ke Wakai tapi harus menyesuaikan jadwal kapal karena kapal dari gorontalo-wakai hanya 2 kali seminggu).
Pelabuhan ampana tempat naik speedboat Hercules

Hari Kedua, Minggu (01/05/2016)
03.00 – 08.00              Istirahat di pelabuhan sambil menunggu kapal
10.00 – 15.00              Pelabuhan Ampana – Wakai (Kapal KM. Touna Tomini) (5 jam)
15.00 – 16.30              Pelabuhan Wakai – Ketupat (Fadilah Cottage)
                                         (Biaya Perahu 300ribu, Sharecost 3 orang jadi 100ribu/org)
Aftenoon - Night        Istirahat dan nikmati senja dan malam di fadilah cottage yang berdepanan dengan pulau ketupat (Menginap di Fadilah Cottage,)

*Catatan : Ada 2 pelabuhan di ampana, pelabuhan yang satu biasa digunakan untuk speedboat Hercules dan yang satunya pelabuhan tempat bersandar kapal-kapal besar. Biaya ojek ke pelabuhan lain 25ribu.


Penginapan Fadilah Resort
Hari Ketiga, Senin (02/05/2015)
09.00 – 15.00              Hopping Island (menyewa kapal penduduk pulau ketupat dari Fadilah Cottage, Biaya )
                                    Spot : Karina Beach, Danau Ubur-ubur (Danau Mariona), California reff (Jika kalian beruntung akan bertemu lumba-lumba dan manta, kami salah satu yang beruntung)
15.00 – 17.00              Kapal sewa hopping island langsung mengantar kami ke penginapan di Pulau Malenge, Pulau Kadoda (Malenge Lestari Cottage) Pulau tepat di depan pulau papan, tempat tinggal suku bajo asli.
Aftenoon - Night        Istirahat dan nikmati senja dan malam di Malenge cottage yang berdepanan dengan pulau papan    

Berfoto di pantai karina
Prepare untuk hopping island

Hari keempat, Selasa (03/05/2016)
08.00-09.30                 Tracking dari penginapan ke pulau papan melewati Jembatan panjang yang dibangun menghubungkan pulau malenge dan pulau papan hampir sepanjang 2 km.
09.30-11.30                 Berkeliling pulau papan dan tracking di atas bukitnya.
11.30-11.45                 Dijemput oleh kapal Malenge Lestari Cottage kembali ke penginapan.
13.00                           Beristirahat di hammock depan kamar
Sore                             Bermain kano dengan anak-anak suku Bajo (si bolang dan kawan-kawannya)
Aftenoon - Night        Istirahat dan nikmati senja dan malam di Malenge cottage yang berdepanan dengan pulau papan (Menginap di Malenge Lestari Cottage)

Setelah tracking perjalanan menuju papan lewat jembatan panjang

Hari Kelima, Rabu (04/05/2016)
08.00- 12.00                Snorkling di reef 5
                                    Kembali ke pulau papan mencari Lobster untuk makan malam
                                    (Lobster kami beli di pulau papan, 1,5 kg 200ribu)
Sore                             Bermain lagi bersama anak-anak suku bajo
Aftenoon - Night          Istirahat dan nikmati senja dan malam di Malenge cottage yang berdepanan dengan pulau papan (3 Malam menginap di Malenge Lestari Cottage)
*Catatan : Biaya sewa kapal dan trip dari penginapan, 75ribu/orang (Hampir sama di beberapa penginapan, tiap pulaunya).



Hari keenam, kamis(05/05/2016)
05.00-06.00                 Diantar naik boat dari penginapan Malenge Lestari ke pulau malenge untuk naik kapal 
06/00-08.00                 Dari Pulau Malenge menuju Pulau Wakai, Kapal KM. Puspita Sari.
08.00-09.30                 Menunggu kapal jemputan dari kadidiri lestari cottage
09.30-10.00                 Perjalanan dari Wakai – Kadidiri
14.00-sore                   Keliling pulau sekalian mencari tahu harga untuk diving
Sore                             Snorkling di sekitar pulau kadidiri
Aftenoon - Night        Istirahat dan nikmati senja dan malam di Kadidiri cottage

Pondok Lestari Kadidiri

Hari ketujuh, Jumat (06/05/2016)
08.00-09.30                 Dive pertama 
10.30-12.00                 Dive kedua 
12.00-15.00                 Istirahat
15.00-16.30                 Dive ketiga
Aftenoon - Night        Istirahat dan nikmati senja dan malam di Kadidiri cottage
(Menginap 2 malam di Kadidiri Lestari Cottage)

Dive Center Kadidiri Paradise

Hari kedelapan, sabtu (07/05/2016)
07.00-08.00                 Berangkat dari pulau Kadidiri menuju pulau Wakai
09.00-13.00                 Dari Pulau Wakai Menuju Ampana dengan kapal KM. Touna Tomini
13.00                           Dijemput mobil travel yang akan digunakan menuju kota palu
14.00-17.00                 Istirahat + makan siang
17.00- 03.00                Perjalanan 10 jam Ampanna-Palu

Pelabuhan Wakai

Hari Kesembilan, Minggu (08/05/2016)
03.00                           Menginap di Roa-roa hotel ( by Traveloka)
04.00-10.00                 Istirahat
12.00-18.00                 Jalan-jalan eksplore keliling palu dengan angkot
Malam                         Kembali ke hotel beristirahat dan Packing

Berkeliling kota palu, ke Anjungan Nusantara

Hari kesepuluh, Senin (09/05/2016)
05.00                           Berangkat ke bandara dan check in
07.10-08.15                 Tiba di bandara Sultan Hasanuddin Makassar.


Destinasi Wisata..

1.      Pulau ketupat,
Pulau ini merupakan kawasan permukiman utama di pulau Togean. Namun kami tak sempat mengunjungi pulau ketupat. Saat itu kami berada di Fadilah Cottage yang merupakan suatu pulau yang berdepanan dengan pulau ketupat. Pulau di tata dengan sangat apik, pemandangan indah yang dihiasi garis pantai dan lengkungan indah dermaga, jejeran cottage yang terbuat dari kayu, bagian depan terdapat lobby yang terbuka yang juga merupakan tempat makan bersama, kemudian ada tempat bermain tenis meja yang biasa digunakan pengunjung ataukah para penghuni pulau untuk bertanding menghilangkan kebosanan, dan 2 ekor anjing yang menjaga pulau berkeliaran dengan bebas dan ramah. Tiap kamar merupakan 1 cottage yang terdiri dari kamar tidur dan kamar mandi entah itu kamar mandi dalam ataukah kamar mandi luar, dengan teras depan dihiasi hammock besar.
Harga yang ditawarkan yaitu : 200ribu/kepala (untuk kamar mandi dalam) dan 150ribu/kepala (untuk kamar mandi luar).
Setiap penginapan di Togean hampir memilki tarif  yang sama oleh karena selain harga kamar, penginapan selalu memberikan makan 3 kali sehari mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam oleh karena itu harga penginapan dihitung perkepala.
Diceritakan oleh penjaga penginapan, ada seorang bule wanita yang tinggal di pulau ini dan mengajar bahasa inggris secara sukarela di pulau ketupat, dan akhirnya diberikan tanah disalah satu pulau ini serta dibangunkan rumah kecil, terkadang bule itu snorkeling ke tengah laut untuk memeriksa penyu yang dipeliharanya, dan semua punyu itu ada namanya, Luar biasa, keindahan tempat ini bahkan membuat turis asing ingin tinggal dan menghabiskan waktu hidupnya disini.

2.      Hopping Island
Hopping Island merupakan salah satu istilah untuk mengelilingi beberapa pulau kecil dan tempat-tempat wisata disekitarnya dengan mengunakan fasilitas perahu. Saat itu kami menyewa kapal dari pulau ketupat guna mengantar kami berkeliling dan terakhir mengantar kami ke Pulau Malenge. Dengan harga sewa perahu 500ribu yang kami sharecost untuk 3 orang. Yang kami kunjungi ada 3 tempat :
a.       Karina Beach
Pantai ini berada cukup jauh dari pulau temat kami tinggal, Pantai yang dihiasi beberapa pohon kelapa dengan pasir putih dan air benih berwarna hijau toska. Pantai ini hampir seperti pantai panjang milik selayar namun pantai ini lebih kecil dengan diapit oleh 2 tebing tinggi. 

b.      Danau Mariona
Disebelah pantai karina yang dibatasi oleh tebing-tebing tinggi, terdapat Danau Mariona yang terletak di tengah-tengah pulau rebang yang hanya dibatasi oleh batu karang. Jaraknya tidak begitu jauh dari pulau ketupat, hanya sekitar 15 menit. Danau Mariona ini disebut juga danau ubur-ubur, yang terkenal dengan banyak Stingless Jellyfish alias ubur-ubur yang tidak menyengat.

Danau bening berwarna hijau ini terdapat kurang lebih 3 jenis ubur-ubur yang tidak menyengat berada di danau ini. Namun saat kedatangan kami sedang tidak musim ubur-uburnya keluar, oleh karena itu hanya ada ubur-ubur kecil yang berkeliaran disekitar permukaan. Para wisatawan yang mengunjungi danau ubur-ubur ini tidak diperkenankan mengunakan sunblock dan fins saat berenang di danau ini, agar tidak berpengaruh pada habitat ubur-ubur yang ada, terutama jangan membuang sampah sembarangan. 

c.       California Spot (Hotel California)
Spot ini merupakan salah satu spot snorkeling dan diving. Terdiri dari banyak terumbu karang, soft coral, dan banyak tumbuhan laut dan padat, juga ikan-ikan besar dan cantik. Dan jika kita beruntung, kita dapat melhat lumba-lumba yang berlalu lalang, dan kami salah satu yang beruntung. Saat freedive pun kami saya sempat melihat pari totol yang cukup besar melintas dengan manis dibawah kami.

3.      Pulau Malenge
      Pulau Malenge merupakan gabungan antara 2 pulau yaitu Pulau Papan dan Pulau Kadoda.

a.       Pulau Kadoda
Penginapan Malenge Lestari Cottage

Pulau ini merupakan pulau terfavoritku selama di Togean. Pulau Kadoda adalah tempat berdirinya Malenge Lestari cottage yang menjadi tempat kami menginap selama 3 malam, sebuah pulau dan penginapan yang di tata dengan sempurna, seperti tempat impian para penjelajah. Bagian depan pulau ini terdapat dermaga kecil dengan dihiasi 2 hammock sebagai assesorisnya, taman yang di tata rapih dan rumput hijau membungkus pasir pantai yang putih bersih, perahu kano yang tersandar di tepi dermaga yang dapat digunakan oleh penghuni. Bagian belakang penginapan ini terdapat Laguna Biru yang begitu indah, dengan laut yang biru dan dikelilingi oleh pepohonan dan tebing-tebing hijau maupun pantai kecil dan dermaga kecil penginapan yang di sandari oleh beberapa perahu kecil maupun speedboat, tempat ini berada dibelakang ruang makan yang juga merupakan lobby malenge lestari cottage.


Penginapan ini mempunyai 2 ekor anjing bernama moka dan molo juga seekor anak anjing yang menemani mereka, konon kata pemilik penginapan, anjing-anjing ini hanya mengongongi orang local yang mencoba merapat ke pulau, sedangkan begitu ramah pada turis yang menginap di sini. Sama seperti halnya penginapan lain di Togean, Penginapan ini 200/orang untuk kamar mandi dalam dan 150ribu/orang untuk kamar mandi luar, dengan disediakan makan 3 kali sehari.
Moka dan molo menemani perjalanan kami menuju Pulau Papan
Dermaga Belakang Laguna Biru Malenge Lestari
Laguna BIru Malenge Lestari Cottage
Kamar cottage yang terbuat dari kayu yang yang terpoles mengkilat, hammock yang tergantung berjejer 2 buah untuk penghuni kamar jika ingin bersantai didepan teras, dan hamper semua kamar punya nama, nama kamarku Lobster hahaha.. mungkin di pulau ini kami begitu berjodoh dengan nama lobster hahaha.. makan malam terakhir kami menginap di pulau ini yaitu lobster dan juga yang ternikmat, jauh-jauh kami cari di pulau papan, juga ada bule Australia yang kami dan para penjaga cottage panggil lobster karena bule ini begitu terobsesi ingin menangkap langsung lobster hahahaha…

Nama kamar
Berburu Lobster di pulau papan

Makan malam kami dengan lobster hasil buruan di pulau papan
Bapak dan ibu pemilik penginapan dan para pekerjanya yang ramah dibalut dengan suasana penginapan yang indah, tempat ini betul-betul membuat ingin kembali. Saat di penginapan itu saya menemukan sebuah buku diantara deretan buku-buku yang berjejer rapi di rak buku yang terdapat di lobby, sebuah buku traveling photography berbahasa prancis, berjudul Nomades De La Mer yang ditulis oleh seorang penulis yang juga adalah fotografer dari Prancis yang menulis mengenai keindahan Togean yang dibalut oleh foto-foto indah, yang menurut cerita si bapak pemilik penginapan, hal itulah yang selalu membuatnya kembali tiap tahun ke Togean terutama di pulau ini. Banyak kami melihat beberapa turis mancanegara datang bersolo trip ataukah berpasangan datang ketempat ini, berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan tanpa melakukan apapun hanya menikmati kesunyian dan keindahan pulau ini yang tak henti membuat nyaman. 

Buku Photography tentang togean dan sekitarnya

Sama persis
Tempat ini sangat Luar biasa seperti sebuah tempat untuk pulang. Banyak hal yang membuatku jatuh cinta dan ingin kembali ke tempat ini. Disini jugalah tempatku bertemu dengan 4 anak suku bajoe yang salah satunya adalah si bolang transtv yang mengantar kami bermain kano, dapat kalian baca keseruannya disini ( Bermain Perahu kano bersama anak suku bajoe Pulau Papan Togean..).
Penginapan Malenge Lestari Cottage ini tidak dijangkau oleh signal telepon, jadi tidak bisa booking kamar, jadi jika berminat langsung saja datang on the spot tapi berhati-hati jika ingin datang dibulan juli hingga oktober karena merupakan high season para turis asing, bisa saja tempatnya penuh.

b.      Pulau Papan
Pulau papan merupakan salah satu gabungan dengan pulau kadoda yang menjadi bagian dari Pulau Malenge. Pulau papan merupakan salah satu tempat wisata yang menjadi kunjungan wajib para turis. Pulau papan adalah tempat tinggal suku Bajoe asli kepulauan Togean. Pulau ini disebut pulau papan oleh karena dihubungkan oleh jembatan papan panjang kurang lebih 2 km yang menghubungkan dengan pulau malenge yang merupakan satu-satunya jalan penghubung dari pulau papan dan malenge. Jadi jembatan panjang ini dijadikan sebagai sarana fasilitas penyeberangan warga sekitar dan penunjang anak-anak pergi ke sekolah. Jembatan panjang ini dihiasi kiri dan kanan dengan laut yang bening dan dangkal yang memperlihatkan deretan cantik terumbu karang.

Desa pulau papan ini terdiri dari sebagian besar rumah-rumah penduduk yang terbuat dari papan yang berdiri di atas air laut, dan hanya beberapa yang berdiri di darat yang merupakan tebing batu, terdapat mesjid dan penampungan air tawar yang berlimpah di desa ini, ada puncak di pulau papan ini yang katanya bisa digunakan orang untuk mencari signal jika ingin menelpon namun sangat sulit. Sebagian besar penduduk pulau papan ini bermata pencarian sebagai petani cengkeh, nelayan, petani kopra, penjual lobster dan pencari kerang.
Lorong Selingku yang terkenal itu
Berfoto narsis bersama anak-anak suku Bajoe
Diantara lorong-lorong pulau papan, disebuah dinding rumah tertulis Lorong selingku, yang cukup terkenal entah karena apa dinamakan demikian atau hanya coret-coretan anak-anak, tak ada yang tahu hahaha...
Bertemu Cantika dan Diana
Pose narsis mereka dengan ekspresi kaku, baru difoto kamera
Saat sedang bersantai sambil berfoto-foto di puncak pulau papan, kami bertemu dengan 2 orang anak bernama Cantika dan Diana yang kami berikan permen dan kami temani berfoto sambil bercerita mengenai rumahnya yang cukup jauh dan sedang disuruh ibunya membeli sesuatu namun harus cepat pulang untuk menjaga adiknya. Saat kami berkeliling pulau papan, dengan menemukan banyak anak bermain-main di pinggir dermaga dibawah rumahnya untuk menangkap ikan-ikan kecil, banyak pula beberapa anak yang baru pulang sekolah, banyak hal yang bisa mereka lakukan untuk bermain di lama bebas dan sekitar, begitu berbeda dengan anak kota yang sekarang seperti terhipnotis dengan fenomena gadget. Pulau papan memperlihatkan mengenai sebuah kehidupan sederhana penduduk desa yang begitu berbeda dengan kehidupan perkotaan.

4.      Pulau Kadidiri

Pulau ini merupakan pulau yang paling popular di Togean, karena ini adalah satu-satunya pulau di kepulauan Togean yang merupakan tempat wisata yang masih terjamah oleh signal ponsel. Pulau ini terdiri dari 3 cottage yang berjejer saling bersampingan.
·         Pondok Lestari kadidiri, kisaran harga penginapan 150ribu/ kepala (untuk kamar mandi luar) dan 200ribu/kepala (untuk kamar mandi dalam).
Contact yang dapat dihubungi : Ibu Niu (0857-5624-2120 & 0853-9963-0234).
·         Black Marlin cottage, kisaran harga penginapan yaitu : 250, 300, 350
Contact yang dapat dihubungi : www.blackmarlindiving.com
·         Kadidiri Paradise Resort, kisaran harga penginapan yaitu 250, 300, 500
Contact yang dapat dihubungi : www.kadidiriparadise.com
Dari ketiga resort ini, hanya Black marlin resort dan kadidiri paradise yang memiliki dive center penunjang jika kalian para diver yang ingin menikmati keindahan bawah laut kepulauan Togean.
Sebelum datang ke pulau kadidiri sebaiknya booking terlebih dahulu terutama jika di high season, karena bisa saja semua kamar dipenginapan penuh, berhubung di pulau ini masih bisa di jangkau oleh signal telepon dan paling ramai pengunjung. Sesampainya kami disana, kami sudah lebih dulu booking di pondok lestari kadidiri, karena ternyata kamar kami adalah satu-satunya yang masih kosong. Banyak bule yang barengan kami datang tidak mendapatkan kamar sama sekali sehingga ada yang memilih pergi ketempat lain ataukah menginap di loteng kadidiri paradise.

5. Spot Dive
Peta Spot dive
Tak hanya landscapenya tapi togean juga terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Namun karena sarana yang begitu terbatas sehingga tergolong sedikit dive center ditempat ini. Namun kedua tempat dive center cukup memadai dan professional untuk memanjakan kalian para divers menyelami keindahan bawah laut kepulauan Togean ini. Taman Nasional Kepulauan Togean memiliki kurang lebih 28 dive sites, yang tergambar jelas pada peta. Untuk Diving kami memilih Kadidiri Paradise Dive Center. dengan Mika seorang bule asal prancis yang sebagai dive master yang menjadi guide kami. Hal yang membuat kami senang diving bersamanya karena mika begitu ramah dan bersahabat sebagai guide diving kami di 3 spot.

Foto setelah dive bersama mika
Yang paling recommended yaitu Spot Taipi Wall dan B24 Bomber Wreck. Seperti namanya Taipi Wall terdiri dari tebing-tebing karang tinggi yang penuh dengan keindahan bawah lautnya, sedangkan Spot B24 Bomber Wreck merupakan spot tempat puing-puing pesawat bekas perang dunia II menjadi rumah bagi beragam terumbuh karang berusia puluhan tahun dan menjadi keunikan sendiri bawah laut togean. Biaya Dive €30/ dive.


Masih ada beberapa pulau disekitar kepulauan togean yang sangat banyak dan butuh waktu berbulan-bulan jika ingin explore semuanya. Salah satunya yang sangat ingin kami kunjungi juga tapi belum kesampaian, yang konon katanya tempat recommended banget untuk diving Pulau Batu daka desa bomba, Pulau una-una yang terbilang unik karena terbentuk akibat letusan gunung berapi, Pulau Taipi yang juga konon surga para penyelam, hemm mungkin saja karena taipi wall aja keren sekali hahaha.. dan masih banyak lagi.
Ohyaa sebagai catatan penting :
1. Tidak ada sama sekali pasar atau toko yang berjualan di pulau-pulau kecil, jadi buat kalian yang suka jajan sebaiknya bawa cemilan yang banyak ya.
2. Fasilitas listrik sangat terbatas oleh karena letaknya yang terpencil. Pengunaan listrik sangat dibatasi, tidak ada pemakaian listrik saat siang, listrik nyala pukul 6 sore - 12 malam. Jadi jangan lupa bawa senter dan lampu emergency.


Backpacker ketempat yang baru terlebih lagi terpencil bukanlah hal yang mudah. Kebanyakan orang merasa takut akan banyak hal, tidak ada kawan, tidak ada tempat tinggal, medan yang sulit, komuniasi yang terbatas dengan warga sekitar, semua kekhawatiran yang begitu lumrah. Hal itulah yang membuat beberapa yang lebih memilih paket tur travel yang aman, atau sekalipun tanpa paket tur mereka lebih memilih tempat yang paling mudah di jangkau dan jelas masih ada signal untuk update status. Tapi hal itu tidak berlaku bagi kami, yang menjadi tantangannya adalah bagaimana cara menaklukan segala ketakutan itu.

Backpacker mengajarkan banyak hal, berbaur dengan warga sekitar, mendapatkan banyak hal baru, terutama mencoba Traveling like local. Hal yang membuatmu belajar menjadi sederhana seperti halnya warga lokal, dengan baju sederhana, tanpa kacamata hitam yang berkilau dan sok-sokan ala turis, tapi berbaur menjadi satu dengan warga setempat, belajar bahasa mereka dan belajar apa yang menjadi pekerjaan sehari-hari mereka, makan makanan yang mereka makan, maka jangan kaget jika mereka akan mengangapmu seperti keluarganya sendiri bahkan mengharapkan kembali kedatanganmu. Saat traveling jadilah orang yang rendah hati dan murah senyum, hal itu akan membuat warga lokal lebih mudah mendekatimu. Kepulauan Togean melengkapi semua hal itu, seperti sebuah surga tersembunyi yang menjadi impian para penjelajah yang mencari ketenangan dan makna kehidupan. Sensasi berbeda yang memicu adrenalin dengan banyak tanda tanya yang berujung pada percaya, bahwa ketika perjalanan dibekali oleh sebuah keberanian maka selanjutnya keberuntunganlah yang akan menuntunmu…


Thanks Togean for everything, anything and something amazing 
I hope to see you again, My Hidden Paradise..

2 comments:

  1. wahh seru sekali ceritanya, :)

    hai, halo salam kenal... kaka boleh tanya ? punya kontak pondok lestari ga yah yang di pulau kadoda ??
    terimakasih sebelumnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga.. makasih sudah berkunjung..

      Pondok lestari yang di pulau kadoda tidak ada kontak personnya, berhubung di sana belum ada signal. langsung on the spot aja. biasanya selalu ada kamar tersedia kok, lagi pula seandainya pun lagi high season, pemilik penginpan pasti akan mengusahakan tempat istirahat buat pengunjungnya. pemilik penginapan sangat baik dan ramah kok. Ayoo ke sana aja kak, anti maenstream dan tenang banget tempatnya, jarang ada orang lokal sampai disana, kebanyakan cuma bule.

      Delete