Sunday, 20 March 2016

Exotic sunrise Langkadea Island

Sunrise bagai pelukan seorang ibu, selalu membelai hangat...
Sore itu kami berkumpul di pelabuhan paotere untuk menyeberang ke pulau Langkadea. Dengan menggunakan kapal kayu pak wahe yang cukup besar untuk kapasitas kami yang tergolong cukup banyak. keadaan laut cukup tenang untuk sore yang hampir mendekati magrib saat itu. Bahkan kami diijinkan menikmati keindahan sunset saat di kapal. Kapal pak wahe yang kami sewa memiliki kisaran harganya sekitar 800ribu-1juta rupiah, namun tidak terlalu berat jika dengan massa yang cukup banyak untuk sharecost. 



Pulau Langkadea merupakan pulau yang tidak berpenghuni yang juga salah satu jajaran dari gugusan pulau-pulau kecil spermonde. Pulau langkadea memiliki keindahan panorama, landscape, keunikan dan misteri yang ada didalamnya, terutama pulau langkadea ini memiliki keindahan exotic sunrise yang begitu luar biasa. saya sendiri begitu jatuh cinta dengan sunrise pulau langkadea yang begitu keluar seakan berdiri gagah berani menghadap pulau ini. Pulau Langkadea ini begitu luas berbeda dengan pulau-pulau yang tidak berpenghuni lainnya, luasnya hampir 3-4 lapangan bola dan memiliki fasilitas yang tergolong cukup memadai untuk ukuran sebuah pulau yang tak berpenghuni. Pulau ini memiliki musholla yang cukup besar namun masih berdiri kokoh tapi jelas tidak terawat dengan baik, didepannya ada sebuah sumur berair payau yang biasa digunakan untuk bersih-bersih badan, ada beberapa wc kecil yang hanya ditutupi dengan baliho, ada gudang tua dan ada lapangan seperti bekas lapangan tenis, juga bekas-bekas kayu tanpa alas yang mungkin dulu adalah sebuah dermaga. Namun semua itu tidak terlalu terawat dengan baik, mungkin dulunya pulau ini pernah berpenghuni akan tetapi tak ada yang mengetahuinya, hanya bangunan-bangunan tua itulah yang menjadi saksi mati kisah pulau langkadea ini. 

Pulau langkadea memiliki landscape yang begitu indah, dengan pasir putih dan biru lautnya. Keindahan darat pulau langkadea tak kalah dengan keindahan bawah lautnya. Namun saat kami kesana ada 2 orang yang menjaga pulau, jika ingin masuk pulau langkadea sekarang harus membayar 15ribu/orang. saat itu kami memang berencana menginap dipulau itu untuk semalam, dan ada tenda juga yang tergelar disitu. kami mengambil bagian belakang di depan musollah, dengan banyak pohon-pohon berjejer yang kami gunakan untuk memasang hammock, sementara banyak teman lain yang tidak memiliki hammock memilih tidur di dalam musholla. Saat itu saya begitu santai menikmati keindahan pulau itu bahkan sampai tidak memiliki sendiri foto-foto pulau langkadea ini, itulah kadang kejelekanku ketika berada ditempat yang begitu nyaman dan indah, saya hanya menikmati dan merekam semua itu di otak mengenai tempatnya bahkan sampai perilaku teman-teman untuk apa yang akan saya tulis nantinya tapi kadang lupa juga untuk mengambil gambar hahaha karena saya jelas bukan fotografer tapi seorang perangkai kata. Namun banyak teman-teman fotografer yang membingkainya dengan bgitu indah seperti kak rijal dan kak gilang. Pagi-pagi benar mereka bangun untuk mengejar setiap moment matahari terbit ataukah mengejar matahari terbenam yang menjadi moment wajib bagi mereka, sang pembingkai keindahan lewat lensa. 

Photo by : Gilang Bayu kelana
Hemm okey tak ada kata yang cukup membingkai keindahan pulau ini sampai saya lupa tentang kisah kami. Kami sampai sore itu, Pulau langkadea menyambut kami dengan keindahan senjanya. kami sudah bersiap-siap mengelar hammock ataukan menyimpan barang-barang penting kami di musollah. Kemudian kami menyiapkan makan malam dengan menu udang bakar, cumi masak tinta, kangkung tumis dan yang paling menyebalkannya saya kebagian mengoreng perkedel jagung yang tidak ada habisnya ckckck... semuanya sudah selesai masak tapi perkedel jagung itu seperti tidak ada habisnya yang menjadi bahan mereka mengangguku, dan saya selalu kebagian masak yang bagian repotnya saja hahaha seperti dulu waktu ke ujung tiro disuruh goreng ikan yang minyaknya meletus kemana-mana ckckck kak ippang selalu tahu bagian paling repot dioper ke saya entah itu perasaanku saja tapi kalau hanya perasaan tak akan berulang berkali-kali hahhaha.. setelah makan malam, kami beristirahat menikmati taburan bintang di langit pulau langkadea ini. kak gilang mengsabotase hammockku yang luas dan akhirnya saya harus mengungsi di hammocknya yang pendek ckckck tapi setidaknya tidak terlalu banyak terkena angin karena diatasku ada dharma dan disampingku ada aya hehe mereka lah jadi penghangat malam itu. semakin malam puas menyanyi-nyanyi dengan gitar pinjaman, kemudian kami membakar lampion yang sangat lama saya, ovhy dan aya bawa kemana-mana hahahha lampion itu sudah melewati berapa pulau mulai dari labengki, ujung tiro, apparalan dan pantai bara yang ujung-ujungnya tidak pernah kami gunakan dan akhirnya saya, ovhy dan aya bilang harus diterbangkan di langkadea pokoknya jangan dibawa pulang lagi atau sekalian bakar saja jadi api unggun hahaha.. setelah puas bermain lampion, kemudian kami cerita-cerita sampai tertidur karena kecapekan...
Pagi yang paling hangat itu milik pulau Langkadea dengan sunrise yang membelai hangat bagai pelukkan seorang ibu. memandangi sunrise yang begitu bulat merekah membuatku tak berhenti terkagum-kagum akan keindahannya. setelah puas dengan sunrisenya kami kemudian membakar petasan asap berwarna kami yang memiliki kisah perjalanan yang sama dengan lampion, karena petasan asap dan lampion itu sengaja dibeli untuk konsep yang tidak jadi hahaha.. berdiri diujung kayu seakan mau membuat video ala-ala yang direkam kak rijal dan kak gilang dengan petasan asap warna pink ehh ujung-ujungnya saya malah jatuh jungkir balik yang menjadi bahan tertawaan lagi hahaha tapi hal-hal konyol itulah yang selalu menjadi cerita dan membuat kangen. Tak puas dengan daratnya saja kami juga ingin menikmati keindahan bawah laut pulau langkadea juga, air laut yang bening dengan banyak ikan-ikan unyu menemani kami, bahkan diseberang pulau ada gusung yang tidak terlalu jauh, membuat kami ingin bermain-main dengan membuat gambar dipasir  pantainya ataukah bermain ala-ala gojek karena kak dhido membawa jeket gojeknya hahaha... 
Video Kreatif by : Rijal Rayyan

Pulau ini merupakan salah satu favoritku karena sunrisenya yang begitu exotic, Salah satu pulau yang memiliki sunrise terbaik. Semua perjalanan punya cerita, tapi ada kalanya suatu tempat kecil yang terlihat biasa tapi memiliki kesan yang berbeda dan mendalam. 
Banyak pohon besar kering tanpa daun dengan ranting-rantingnya yang melambai mengikuti hembusan angin berdiri dengan anggun saat terkena pancaran sinar matahari terbit dari timur, Salah satu pesona  Pulau Langkadea



Kontak person : 
Kapal ke langkadea 
Pak Wahe ( 085395884123 )

No comments:

Post a Comment