Friday, 26 February 2016

Menyelami Keindahan Wakatobi #Part2 - Menerjang Badai Demi Mabok Divedi Pulau Tomia


Tepat pukul 9 malam itu Kapal KM.Wahyu Samudra yang menuju Pulau Tomia berlaju kencang dilautan luas. Berpikir menaiki sebuah kapal kayu yang berisi puluhan orang beserta barang-barang yang mereka bawa yang tak tergolong kecil dan sedikit selama 12 jam membuat kami agak tak begitu tenang, dan akhirnya saya meminum dopping obat mabok yang selalu menjadi andalanku kemana pun saya berpergian, dramamin. meminum obat ini tak menunggu lama jika menyandarkan kepala sedikit saja maka langsung tepar, tapi masih kami rasakan entah saat kapal ini berputar-putar seperti melewati pusaran air atau seperti melompati ombak dengan beberapa hentakan besar. Yah begitupula doa yang tak henti terucap agar kami tiba dengan selamat, Namun obat mabok tak memberi kami kesempatan untuk menikmati itu semua dan akhirnya kami tertidur hingga tetesan air dari atas dak kapal menetes, dan membangunkan kami seolah-olah seperti berada dalam kapal bajak laut flying dutchman di film spongebob kaca-kaca dideretan trotoar kapal dipenuhi kilatan petir, semburan ombak, cipratan air hujan yang deras dan ternyata badai rnenyapa kami...


Pagi hari membangunkan kami, dengan bersyukur kapal kayu ini masih utuh dan bayangkanku akan kapal kayu di film-film kartun yang jika terkena badai maka langsung hancur berkeping-keping tak terjadi, yah imajinasiku agak berperan disini hahaha... Semalam sebelum berangkat kami sempat membeli makanan khas wakatobi yang biasa dijadikan penganti nasi yaitu kasuomi, yang akhirnya berguna dan kami makan dengan ikan goreng yang diberikan awak kapal sebagai sarapan pagi oleh karena nasinya sudah habis tapi ternyata sangat enak, bahkan kami melihat ada yang memakan makanan seperti tempurung bulu babi yang bahkan sampai sekarang tak kami tau apa namanya, bahkan belum sempat mencobanya hahaha...
Lautan sudah tenang dan kami telah terbangun dari mimpi buruk dengan hal setimpal pemandangan hamparan laut dan cuaca yang begitu cerah serta dersiran air yang tenang. namun hujan gerimis dan air yang surut menyambut kami. Ternyata warga tomia begitu menjaga terumbu karangnya, karena takut kapal besar kandas dan menghancurkan karang maka kami harus menaiki kapal ojek jika ingin sampai di tepi dermaga pulau tomia. perahu-perahu kecil mulai merapat ke kapal besar dan mulai dari barang-barang kami dan para penumpang lain yang dioper satu persatu menuju perahu kecil dengan tenda secukupnya. sesampainya kami di dermaga, memperlihatkan pada kami hamparan jejeran rumah-rumah penduduk yang dialasi pasir pantai dan Papan selamat datang bertulisan Welcome to Tomia Wakatobi dengan latar belakang laut, tak menunggu lama kami berjalan mencari penginapan yang telah kami pesan sebelumnya.

Rencana utama kami di Tomia selain menjelajah keindahan daratnya yaitu Diving, yang sudah kami Booking lebih dulu pada Dive Center Tomia Scuba Dive milik Dr. Yudi. Sosok Dr. Yudi seorang Dive master sekaligus dokter yang ramah terkenal di forum-forum selam membuat kami memilih Dive bersamanya. Kisaran Diving di wakatobi sekitar 400ribuan sekali dive tergantung kamu memiliki Licens apa tidak. Namun saran agar sebaiknya lebih dulu mencari penginapan daripada mencari dive center, karena biasanya penginapan akan memberimu informasi jika ingin diving sehingga harganya agak lebih murah.

Benteng Patua
Setelah sampai di Tomia tak tinggal diam begitu saja, kami langsung bersiap-siap dengan menyewa motor di Penginapan Abi Jaya yang menjadi tempat tinggal kami, penginapan yang sudah inculde dengan 3 kali makan sehari. sebelum menikmati bawah laut pulau Tomia, lebih dulu kami ini mengeksplore keindahan Daratan Pulau Tomia.

Tempat yang pertama menjadi List kami yaitu Benteng Patua. Benteng Patua merupakan sebuah benteng yang terletak di desa Kollo Patua, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi. yang letaknya hanya sekitar 3 Km dari Kelurahan Waha di pulau Tomia. Jalan yang ditempuh menuju ke Benteng Patua  memperlihatkan keindahan pulau tomia, melewati jalan kerikil yang sepertinya baru akan di aspal, dan saat masuk digerbang depan terdapat gapura sederhana buatan warga sekitar dengan tulisan welcome to Patua Tomia Wakatobi.
Kami berkeliling benteng patua namun tempat ini tergolong sepi, berkeliling dengan pemandangan benteng dari ketinggian yang begitu menakjubkan membuat kak gilang tak berhenti mengambil gambar, sedangkan saya begitu senang ketika menemukan ayunan dengan gantungan bambu dan tali hanya dari tali-tali rajutan pohon dengan dudukan yang terbuat dari papan kayu yang cukup besar. Hal yang membuatku selalu memberi nilai plus pada suatu tempat selain karena keindahannya yaitu jika memiliki ayunan...  
" Beberapa tempat di Wakatobi ketika selalu kutemui ada ayunan yang mengingatkan masa kecil, berayun bermain diayunan selayaknya anak kecil seakan-akan mengingatkan kembali ingatan lama 🌴 " salah satu kutipan di akun instagramku.
Gua Tewali 
Setelah puas dengan Benteng Patua, lalu kami menuju List selanjutnya yaitu Gua Tewali, hampir sama seperti Gua lakasa milik Bau-bau tapi Gua Tewali ini lebih mudah untuk dijumpai, tak perlu menelusuri gua namun memang terletak dipinggiran jalan. Ini merupakan Gua di bawah tanah yang tidak terlalu besar namun terdapat air seperti kolam didalamnya. Namun air yang mengalir didasar kolam yaitu air tawar yang tidak asin padahal jarak lokasi tidak terlalu jauh dari laut. 
Saat menuju kesana, kami menemukan banyak orang yang datang untuk mandi dan berwisata disana, dan ini merupakan salah satu lagi tempat favoritku, air yang jernih, bening, dalam dan begitu segar. membuatku seperti tidak mau beranjak dari dalam air, banyak anak-anak begitu senang yang melompat dari pinggir batu bahkan tidak sampai menyentuh dasar air, namun masih banyak warga setempat yang kurang sadar dan menjaga tempat seindah ini, banyak sampah yang berceceran maupun didasar gua bahkan ada orang yang mencuci pakaian gua tewali ini. Begitu sayang jika tempat seasik ini tidak dijaga dengan baik. 

Puncak Khayangan 
Setelah agak sedikit dengan keterpaksaan meninggalkan Gua Tewali dengan keindahannya, kemudian kami menuju Puncak Khayangan walau dengan baju-baju basah yang akhirnya kering dibadan. Puncak Khayangan ini biasa sebagai tempat terbaik menunggu matahari terbenam, ada tulisan besar TOMIA dengan taman yang berada di puncak bukit sebagai icon pulau Tomia, dengan latar belakang pemandangan landscape yang mengagumkan, padang rumputan dan pepohonan yang luas dengan laut yang menampakkan garis cakrawala dengan langit yang cerah. Ada salah satu film yang mengispirasi yaitu Mirror never lies tentang suku bajo di pulau Tomia yang salah satu scene ada di salah satu pohon di puncak khayangan. Setelah puas menikmati senja yang luar biasa milik pulau tomia, Kami memilih pulang dan beristirahat untuk mempersiapkan akan diving keesokan harinya. 
 Menyadari akan satu hal bahwa tak henti saya ucapkan bahwa hampir semua tempat yang kami kunjungi tadi terlihat begitu luar biasa. Tomia memiliki begitu banyak keindahan yang akan siap menghipnotismu bukan hanya daratannya namun juga keindahan bawah lautnya. 

Spot Diving: Mari Mabuk, Waitii Ridge, Kollo-soha beach
Keesokan harinya kami bangun dengan semangat mengebu-gebu akan menyelami keindahan bawah laut Tomia yang terkenal. Setelah pagi dijemput untuk diving bersama Dr. Yudi, Kak Gilang, Kak Lili, dan Bayu, saya siap untuk dikejutkan dengan apa yang akan kami temui nantinya. Kami akan melakukan 3 kali Diving hari itu, dengan 3 spot dive yang berbeda. Wakatobi memiliki sangat banyak spot diving yang masing-masing namanya jelas mengambarkan mengenai keindahan spotnya, Pulau Tomia memiliki kurang lebih 44 spot Diving yang begitu mengiurkan, yang tak akan habis jika ingin diselami, itu jelas berbeda dengan spot diving yang ada di kepulauan lain Wakatobi. 
Peta Spot Dive Pulau Tomia
Spot dive mari mabuk ini cukup terkenal dan memang sangat memabukkan, dengan susunan coral yang indah dan beraneka ragam, disambut scooling kecil ikan tuna, terutama menemukan perkampungan penyu dibawah laut yang yang terkadang kita melihat penyu hanya di pemangkaran namun disini dengan kedalaman 20 meter dapat menemukan beberapa penyu yang bertenger di atas kediamannya bahkan berenang bebas di lautan luas, juga keanekaragaman biota-biota laut yang mengaggumkan. setelah oksigen kami menunjukkan batas maksimal yang mengharuskan kami naik untuk beristirahat, kami harus bersiap-siap untuk spot berikutnya. 

Setelah cukup beristirahat dengan waktu yang sudah di perhitungkan, Spot dive berikutnya yaitu Waitii Ridge lebih seperti sebuah wall yang jelas ditumbuhi beragam terumbu karang, sensasi yang berbeda jelas terasa seperti menjelajah sebuah benteng dengan bertaburan pernak-pernik berwarna-warni. Tak jauh beda dengan Spot Waitii Ridge, Spot Kollo-soha beach juga seperti sebuah wall namun jelas setiap spot memiliki keaneka ragaman yang berbeda mulai dari binatang laut hingga terumbu karangnya. 
Hampir sore kami selesai dive ketiga, kami langsung menuju penginapan untuk bersih-bersih. Seperti halnya mabuk dive, mataku bengkak semua hahhaa.. tapi itu tak membuat kami lelah, besok kami sudah akan beranjak menuju ke Pulau lain yaitu Pulau Kaledupa dan Pulau Hoga. Hal tersebutlah yang membuat kami tak ingin membuang-buang waktu, dengan berjalan kaki kami menuju ke pantai tomia yang tak begtiu jauh dari penginapan kami, kembali merasakan senja yang sama tapi dengan nuansa yang berbeda. Menikmati Matahari terbenam yang memukau pulau Tomia yang membuat kami tak berhenti jatuh cinta akan moment yang satu ini. 
"..Senja yang sama, matahari terbenam yang sama pula tiap harinya, ketika kita bosan melihatnya berulang-ulang kali maka cobalah melihatnya dari tempat yang berbeda maka kamu akan tahu bahwa itu adalah salah satu hal terindah yang paling kami cari sebagai asessoris penyempurna dari tiap sudut tempat luar biasa yang kami kunjungi.." yang merupakan salah satu kutipan pada akun instagramku.
 

Tomia tak ada matinya, segala sesuatu yang ada didalam pulau itu memberi kejutan yang berbeda. Tak mengenal itu di darat ataukah di lautan. jika tomia membuatku jatuh cinta maka lain halnya dengan pulau hoga yang menghanyutkan dengan kesunyian, romatic islandnya dan Scooling fish Barracudanya yang awesome. 
Semua tempat punya cerita, namun yang terbaik itu datang dari kesan apa yang kamu dapatkan saat menjalaninya. Ketika menelusuri keindahan darat sudah menjadi terlalu biasa, namun menyelam merupakan dunia baru bagiku tapi membuatku jatuh cinta akan dunia di kedalaman ini. Namun jika kalian ingin menikmatinya dengan maksimal maka sebaiknya dengan prosedur pendidikan untuk mendapatkan Licens yang bisa menjadi dasar agar kita sadar akan bahaya dari scuba diving dan bagaimana cara aman menjalaninya, serta tak pernah menyepelekan segala sesuatu apapun itu bentuknya jika kita menjalani kegiatan yang termasuk olahraga ekstrim ini.
"Perjalanan adalah mengenai sebuah tujuan dan harapan untuk mencari sesuatu yang disebut mimpi. Jika gunung adalah tempat mencari jawaban maka laut sebagai tempat untuk bersyukur"

  
Contact :
Tomia Scuba Dive, Dr. Yudi ( 082187877751 )
Wakatobi Dive Trip, Seto ( 0811401449 )

2 comments:

  1. Sist. Pny kontak utk dive di hoga? Tks

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada di atas itu say,paling bawah saya lampirkan kontak dive yang bisa di hubungi.kalau wakatobi dive trip melayani dive di semua area wakatobi.. tapi ada juga dive center lokal yang standby di hoga,ready kapanpun kita mau dive..
      makasih sudah berkunjung, smoga bermanfaat...

      Delete