Tuesday, 12 January 2016

Miniatur Raja Ampat Pulau Labengki, Konawe Utara, Kendari, Sulawesi Tenggara




Sebuah tempat, banyak cerita…


Pulau Labengki, yang terletak di Desa Labengki, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Yang terkenal dengan pemandangan Lanscapenya yang disebut-sebut sebagai miniature raja ampat. Sebuah tempat dengan pengalaman yang luar biasa…

Kami merencanakan trip ini dengan tiba-tiba yaitu berangkat ke kota kendari di hari ke-2 lebaran di tahun 2015 ini. Kami bertujuh, yaitu saya, ovhy, Rhaya, kak ari, kak asri, Arfah, dan kak jiet. Namun Kami hanya berenam berangkat dari Makassar karena kak jiet sudah lebih dulu pulang ke kendari yang merupakan kampong halamannya. Nah maka dengan tujuan itulah kami menumpang tinggal dirumahnya yang terletak di kota kendari.. 


Awal kami datang dihari kedua lebaran yang jelas-jelas kendari sangat sepi, Mendarat di Bandara Haluoleo, Hal yang kusuka dari bagian timur Indonesia yaitu minimal bandaranya memiliki nama yang begitu eksoitis. 

Setelah dijemput oleh kak jiet dan temannya Raden (cewek) hahhaa yang  akhirnya mempelopori kata SAPI yang menjadi panggilan kesayangan kami… Berawal dari sy, rhaya, ovhy yang semobil dengan kak jiet yang di kemudikan raden, dan kak ari, kak asri dan arfah yang naik mobil rental dari bandara, tapi karena niat ingin membawa kami jalan-jalan raden berkeliling sambil diikuti mobil rental yang membawa teman-teman, emang sopirnya yang resek yang langsung mau mengantar pada ketempatnya, yang akhirnya membuat raden meledak,, yang awalnya kami kira kami yang berisik dan dia hanya diam tapi ternyata anaknya gokil.. sambil berumpat ke sopirnya, “ jangan jadi sopir klo tidak mau mengantar keliling, jadi cleaning service ko bersihkan tai kucing sana, SAPI!!” hahahhaa mendengar umpatan kekesalannya itu kami sempat terdiam sambil bertatapan tapi langsung tertawa ngakak bersama-sama,, disitulah berawal kami saling memanggil satu sama lain dengan panggilan mesra “ SAPI “ hahaha dan sahabat layaknya memang seperti itu, saling memaki dan menegur tapi tak sampai marah apalagi kena dihati…. Hahaha sekedar intermeso..

Perjalanan panjang membuat kami tak lelah begitu saja, tapi kami malah menghabiskan malam di tempat karoke,, hahaha karoke remang-remang yang ada di depan pantai di udara terbuka dengan layar tancap yang memancarkan lirik karoke yang akan kami nyanyikan hahaha dan tiap meja di gilir 2 lagu hahahhahaa….. 

setelah lelah bernyanyi dan mencari makan kami dan beristirahat untuk mempersiapkan hari esok kami akan kemana hahahhaaa….

Dipagi hari kami sudah siap-siap bangun untuk menempuh perjalanan panjang menuju ke tempat-tempat yang sudah menjadi list kami..


Yang menjadi pertama yaitu Air Terjun Moramo yang terletak di kawasan Hutan Suaka Alam tanjung peropa, Desa Sumber sari Kecamatan Moramo kabupaten konawe selatan  di Sulawesi tenggara dan merupakan air terjun bertingkat (Cascade) yang sangat indah dengan ketinggian sekitar 100 meter yang terdiri dari 7 tingkatan utama, 60 tingkatan kecil yang seperti kolam. Untuk sampai ke air terjun moramo dari kota kendari membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan jalur darat. Untuk bisa sampai di air terjun moramo kami menggunakan kendaraan seperti mobil atau motor yang bisa di sewa.



Abaikan saja patung pancoran ini, tapi coba lihat tangga yang harus kami lewati dan pemandangan dibelakangnya hahaa...




Setelah dari air terjun moramo, kami melanjutkan ke pulau senja, yang merupakan jalur pulang kami ke kota kendari,, namun karena hari yang mendekati sore, kami nekat menyewa kapal untuk bisa sampai kesana walau katanya hanya bisa sampai jam 4 sore oleh karena air yang ditakutkan akan surut. Pulau ini disebut pulau Senja, membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan kapal Speed boat untuk bisa sampai kesana. Dengan pemandangan pantai windonu yang sangat indah di sertai pulau kecil yang banyak disekitar pulau senja. 
Di puncak pulau senja juga bisa menjadi tempat tracking bagi teman-teman yang ingin melihat pemandangan pulau senja dari atas ditemani bebatuan cadas dan yang pastinya pemandangan luar biasa. Namun sy, ovhy dan kak jiet memilih freedive disekitar pulau walau hanya sebentar karena arus atas dan arus bawah yang cukup kencang. 

Begitu banyak orang yang datang berkunjung dipulau senja pada hari minggu, yang dapat diambil kesimpulan bahwa ini merupakan salah satu tempat wisata favorit warga kendari yang ingin sedikit refresing, namun ingatlah kawan, berwisatalah jangan sampai merusak alam sekitar apalagi dengan membuang sampah sembarangan terutama dilaut.  Setelah waktu yang ditentukan kami dijemput oleh kapal, dan kembali kedarat untuk beristirahat dan mempersiapkan diri kita ke pulau labengki keesokan harinya.


Kami sudah janjian akan join dengan open trip yang diadakan anak-anak backpacker kendari dengan konstribusi 300ribu/org bersama teman-teman sultraveler_kendari bahkan ada juga teman-teman dari Makassar Backpacker seperti kak yus dan kawan-kawan yang terpisah rombongan dari kami padahal sama-sama dari makassar, juga banyak kawan-kawan dari Bau-bau bahkan wakatobi, dan om perdo yang dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sehingga kami sekitar hampir 40 orang lebih yang datang jauh-jauh ingin menikmati keindahan Pulau Labengki. 

Dengan menempuh waktu kurang lebih 5 jam dengan kapal besar kami menuju ke pulau labengki, dengan ombak yang cukup bersahabat dan cuaca yang cerah kami begitu menikmati perjalanan kami yang bahkan diberikan bonus bisa melihat imigrasi lumba2 ditengah lautan luas yang beratraksi bebas mendekati kapal kami. 


Sesampainya kami di pulau labengki, yang ternyata banyak penduduk didalamnya dengan rumah-rumah yang berjejer tertata rapih yang berlatarkan pemandangan laut yang luar biasa bahkan air yang bening bagai cermin. 

Melihat itu semua jiwa kami yang sudah berjauh-jauh datang tak mungkin mau hanya berduduk manis saja, semuanya dibagi-bagi menjadi beberapa tim untuk tinggal di rumah penduduk. 
Setelah sedikit beres-beres dan mencari pengisi perut yang sudah disediakan penduduk dengan seadanya, kami mendengar kabar bahwa rencana ke teluk cinta ditunda besok, makanya kami bertujuh berinisiatif untuk jalan-jalan berkeliling dan pergi menuju mercusuar pulau labengki. 

Ditemani segerombolan anak-anak penduduk labengki, kami berjalan melewati pinggiran pantai, hutan hingga naik di bebatuan karst. 

Mendengar cerita-cerita rakyat mengenai mitos-mitos yang diceritakan anak-anak kecil pulau labengki bahwa mercusuar pulau labengki ada hantu noni-noni belandanya yang tidak memperbolehkan orang naik hingga kepuncak mercusuar, hahaha lucu melihat ekspresi anak-anak kecil yang ketakutan melihat kami ingin naik ke mercusuar, tapi karena menghormati dan tak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan maka kami hanya sekedar berfoto di batas tangga. 


Dimalam hari setelah makan malam, ternyata anak-anak suku bajo mempunyai kebiasaan membuat pesta dengan berjoget dengan music ala mereka sendiri.. hampir seperti poco-poco tapi ini berbeda karena ada gerakan tersendirinya. 


Keesokan harinya, Kami sudah bersiap-siap menuju teluk cinta dan puncak labengki. 



Membutuhkan sekitar 10 menit dari pulau labengki tempat kita menginap untuk sampai di teluk cinta mengunakan kapal besar karena mengangkut kami yang lumayan banyak. 

Disebut teluk cinta karena jika dilihat dari atas bibir pantainya melingkar membentuk hati yang besar. Jika dari bibir pantai teluk cinta membutuhkan waktu sekitar 15 menit agak tracking dengan bebatuan cadas untuk bisa sampai ke puncak labengki, 


Puncak labengki ini sering disebut sebagai miniature raja ampat,karena jika kita berada dipuncak labengki memiliki landscape dengan hamparan lautan luas dan beberapa pulau-pulau kecil dengan bebatuan karst dan pepohonan yang menghiasinya berada ditengah-tengah lautan luas nan biru lautan labengki ini. 




Sekitar lautan teluk cinta dan labengki memiliki terumbu karang yang sangat luar biasa, seperti soft coral ataupun hard coral yang padat sudah dapat ditemui dengan hanya berjarak kurang lebihh 5 – 10 meter dari tepi pantai. Namun kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan pemahaman menjaga kelestarian bawah laut masih kurang, sehingga banyak kami temui soft coral ataupun hard koral yang hancur entah karena terkena fins ataukah diinjak-injak. Perlu kita sadari akan satu hal bahwa, selama satu tahun rata-rata karang hanya dapat menghasilkan batu karang setinggi 1 cm saja. Jadi bayangkan jika kita merusak karang yang tingginya 100cm itu membutuhkan waktu 100 tahun lagi baru bisa tumbuh dan kembali seperti itu lagi. Perlu kesadaran tinggi bagi kita yang mengaku diri kita traveler agar kita tidak hanya menikmati tapi ikut juga menjaga kelestarian alam kita. 



Tak puas hanya menikmati 2 hari 1 malam di labengki maka kami berencana untuk camp di Pulau Al_namira, labengki kecil, konawe utara yang ditempuh sekitar 15 menit dari pulau labengki. Kami bertujuh dan ketua backpacker kendari kak chiwank akan menginap 1 malam dipulau tak berpenghuni ini bermodalkan tenda dan peralatan masak serta ransum yang telah kami siapkan, yang kemudian terlihat seperti private island bagi kami. Malam yang begitu panjang terasa di pulau Al_namira ini yang terdengar hanya debura ombak, hembusan angin yang berbunyi seperti siul ketika menyentuh bebatuan karst dan langit malam yang bertabur bintang membuat kami lebih memilih mengelar plesit untuk baring diluar sedikit bercerita dengan sedikit baper karena sambil memandang langit bertabur bintang hehee… hingga langit sudah mulai ditutup oleh awan hitam barulah kami masuk dan memilih tidur ditenda. 

Keesokan paginya, kami sudah bangun menikmati pagi bagai memiliki kolam renang raksasa besar di depan rumah kami,, bercanda gurau, menbanyol satu sama lain sambil sedikit benyanyi-nyanyi lagu-lagu daerah hahahhaa…

setelah itu kami memilih kembali lagi ke teluk cinta tapi dengan bersnorkling kesana, tapi karena ada diantara kami yang tidak bisa berenang malah memilih tracking tapi dengan tetap saling menjaga satu sama lain kami kembali menuju puncak labengki tapi kali ini yahh dengan dandanan yang agak sedikit bagus dibanding pertama kali kami kesini. Tapi bukan hal yang gampang bersnorkling dilautan bebas ini, banyak bintang laut yang perlu diwaspadai seperti lion fish, bulu babi, ular laut, karang api dan lain-lain. Bahkan terasa saat kami melewatinya airnya tiba-tiba panas tapi tak berjarak 1 meter air laut sudah terasa sangat dingin. Itu menunjukan klo kami sudah berenang dilautan lepas hahahhaa…

pengalaman luar biasa yang tak tergantikan. Setelah puas berfoto-foto lalu kami pulang dan memilih bersiap-siap menunggu kapal untuk bisa kembali ke kota kendari, namun ternyata kapal yang ditunggu tak kunjung datang. Maka terpaksa kak chiwank memilih ke pulau seberang mengunakan kapal nelayan. Dan kemudian datanglah kapal nelayan itu yang yahh sungguh luar bisa hahaha kapal yang seperti sampan tanpa kaki katinting tanpa penutup diatasnya dan kemudian kami naik diatasnya hahaha kami berdelapan dengan ditambah 3 orang lagi pemilik kapal yang akhirnya berjumlah 11 orang dan kami harus menempuh perjalanan itu sekitar 3 jam… ohh God hahaha.. tapi bersyukur hari itu air sangat tenang bahkan tak ada ombak sama sekali, tak bisa dibayangkan jika laut berombak apa yang akan terjadi pada kami hahahaha…. Setelah sampai di daratan kami masih harus naik kendaraan mobil sekitar 2 jam untuk dapat sampai di pulau kendari bahkan kembali ke makassar dengan tanpa kurang suatu apapun…

Perjalanan yang panjang dan mencengkram, membuat kami sadar bahwa saat melakukan perjalanan kita harus menjaga sopan santun dan segala tutur kata kita, karena setiap daerah memiliki tata krama dan mitos yang harus kita hormati sebab sesuatu yang indah tak didapatkan dengan mudah perlu banyak perjuangan yang setimpal untuk semua keindahan itu.

Lelah yang teramat sangat ketika akhirnya kami kembali ke kendari namun semua hal itu terbalaskan dengan segudang foto-foto kami yang luar biasa.
























Labengki mengajarkan banyak hal, kembali mengenal orang-orang baru, belajar berbaur dengan kehidupan masyarakat penduduk disana, bercerita dan berbagi pengalaman. 

Satu hal bahwa, Sebuah perjalanan adalah mengenai sebuah cerita. Traveling bukanlah sebuah perjalanan yang kosong tapi sebuah perjalanan dengan penuh pembelajaran dan membuat kita lebih mengenal tantang hidup dan lebih bijaksana, Hal yang rugi adalah jika kamu menikmati sendiri perjalananmu tanpa berbagi dengan orang lain. Tapi dengan berbagi bisa membuka wawasan dan pemahaman orang lain mengenai dunia yang tak kecil ini, bahwa ada dipelosok timur indonesia memiliki salah satu tempat seindah Pulau Labengki.


_Bagi kamu yang mengaku Traveler, Sebelum mewujudkan impianmu untuk ke Raja Ampat sebaiknya, Kamu sudah datang bermain-main di miniatur Raja Ampat, Pulau Labengki_

4 comments:

  1. mantap artikelnya admin…
    salut

    Labengki Island , Paradise Real Nature Indonesia
    http://zonangopi.blogspot.com/2016/07/labengki-island-paradise-real-nature.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah membaca dan berkunjung di blog ini...
      semoga dapat menginspirasi kawan :)

      Delete
  2. Yuk Liburan seru ke Pulau Labengki bersama PT. Labengki Nirwana Resort
    0823-4428-899 / 0811-4030-712
    http://www.labengki.co.id/

    ReplyDelete