Friday, 28 October 2016

No Planning VS 3 Nusa Bali (Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan)


Kamu pernah melakukan perjalanan tanpa rencana apapun? Hanya bermodalkan nekat dan asal jalan hahaha saya pernah…. 
Bali adalah Salah satu surga Indonesia, namun buat kalian yang sudah sering ke Bali tapi bosan kalau kesitu-situ aja, biarpun banyak pilihan, Nah jika kalian pengen coba sensasi yang berbeda dan menyenangkan, kalian bisa coba ke sini… Bali memiliki 3 pulau kecil yang terdapat di sebelah tenggara yaitu Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Pulau-pulau indah yang bagai memiliki atmosfir tersendiri, dengan nuansa berbeda akan keramahan dan kesenjangan masyarakat sekitar yang akan membuatmu merasa berada di kampung halamanmu sendiri. Perjalanan tanpa rencana dan mengikuti arus perjalanan sesuai keinginan hati, beranjak jika bosan dan tetap tinggal jika menyenangkan. Sensasinya jelas berbeda, beda penasarannya, beda ingin mencoba hal lain lagi, dan jelas banyak binggungnya hahaha... 
Nusa penida, Nusa lembongan dan Nusa Ceningan memiliki banyak wisata alam yang tak dimiliki tempat lain, keindahan yang sulit digapai, rasa penasaran yang harus diurungkan oleh karena keterbatasan.. Kutapaki dengan santai dan tertatih (hahaha itu karena kakiku sedang cedera), memandang dengan luas namun detail hingga kesetiap sudut, menelanjangi tiap keindahan alam nusa bali ini dengan mata yang bagai tak bisa terpejam, menikmati perjalanan yang hanya 3 hari ini bagai memiliki waktu yang sangat panjang. 
Kadang waktu seakan berhenti sejenak untuk memanjakanmu.   

Wednesday, 14 September 2016

Tanjakan Atap Sulawesi 3478 MDPL, Puncak Rantemario, Gunung Latimojong




“Puncak ini adalah atap Sulawesi, seharusnya manusia belajar bahwa semakin tinggi, semakin merunduk“ Sepengal kalimat yang terukir disalah satu plat yang menjadi asessoris tringulasi puncak rantemario. Atap Sulawesi, salah satu 7 puncak tertinggi di Indonesia, Gunung tertinggi di Sulawesi, semua atribut kebanggaan itu miliki Puncak Rantemario, Gunung Latimimojong. Namun desas-desus yang beredar akan Jalur yang sulit, tanjakan yang tak ada habisnya, udara dingin yang bisa membekukan, mitos-mitos sakralnya, kurangnya air di tiap pos, segala atribut kebanggaan itu diiringi pula dengan banyak ketakutan akan kesulitan yang harus dihadapi saat ingin menginjakkan kaki di puncak tertinggi Sulawesi ini. Tak pernah terbayangkan diriku bisa menapaki puncak 3478 MDPL ini, tapi takdir mengijinkan hal yang melampaui batas akal manusia, berjalan tak henti, menanjak dengan oksigen yang menipis, jalur bagai jurang keputusasaan, menyadari setiap kelemahan, impian yang tak hanya sebuah mimpi jika dijalani dengan tekat yang tak pernah menyerah, Akan tetapi Atap Sulawesi menyimpan sebuah rindu untuk kembali suatu hari nanti. Hal yang tak pernah ku inginkan jika mendaki, namun ada kalanya Mendaki mengajarkanmu arti pulang dan merunduk akan betapa besar Kuasa sang Pencipta, hal itulah yang diajarkan oleh Tanjakan Atap Sulawesi, Puncak Rantemario, Gunung Latimojong.

Friday, 22 July 2016

Hidden Paradise, Togean Island



When you look at me, when you think of me, I am in Paradise..
_William Makepeace Thackeray_
Memikul carrier berpindah dari satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain, dari satu kapal ke kapal yang lain, mulai dari kapal yang besar hingga kapal terkecil, menaiki berbagai kendaraan, mulai dari udara, darat, apalagi lautan, beranjak dari satu pulau ke pulau yang lain, demi menemukan surga tersembunyi di pelosok kepulauan Togean ini. Beberapa deretan pulau yang hampir tak terjamah oleh jaringan raksasa yang sebagian besar sekarang menguasai otak manusia yaitu signal ponsel. Berada disana seakan mengasingkan diri dari hingar bingar kehidupan kota, menyepi diantara pemandangan indah yang disajikannya. Berbaur dengan kehidupan masyarakat sekitar yang tak mengenal seberapa banyak mereka harus merengut isi kantong para turis, yang jelas berbeda dengan kebanyakan tempat wisata lain. Kehidupan yang bersahaja yang membuatmu merasa seakan dirumah sendiri, seakan berada dalam dunia impian para penjelajah. 
Hidden Paradise, Togean island. 

Tuesday, 28 June 2016

Bermain Perahu kano bersama anak suku bajoe Pulau Papan Togean..



Setiap pergi ke suatu tempat, saya selalu memiliki sebuah keinginan yang diam-diam saya cari dan wujudkan. Tak ada perjalanan tanpa sebuah tujuan, dan dibalik semua tujuan utama selalu ada sebuah tujuan kecil yang terpendam. Begitu pula dengan Togean. Togean adalah mengenai sebuah cerita, keceriaan dan keberuntungan... Keinginan terbesar yang merupakan tujuan kecilku yang terpendam, saat menginjakan kaki di pulau Togean adalah ingin bermain naik perahu kano dengan anak-anak suku bajoe pulau papan dan melakukan perjalanan ini seperti begitu diberkati, lalu hal itu terwujud dengan begitu manis... one of the best part of my life..!!

Tuesday, 24 May 2016

Film 1 Cinta di Bira, membangkitkan kenangan..


Sebuah keberuntungan mendapat undangan untuk menyaksikan Film 1 cinta di Bira, secara premiere dari para teman-teman blogger. Menonton film ini seakan membangkitkan akan kenangan lama mengenai Tanjung Bira. Keinginan terbesar menonton film ini, ingin menyaksikan akting teman kami yaitu Om Awaluddin Tahir yang berperan sebagai Om Rustam dalam film ini. Yang jujur, om awal keren banget aktingnya hahaha yang tak habis kami candai dengan "Om Rustam ternyata jahat ki hahaha.." yang sebenarnya berbanding terbalik dengan aslinya yang baik hati hehe... Memerankan peran seperti protagonis yang ternyata antagonis hahaha jempolan aktingnya..

Thursday, 12 May 2016

Ketika mitos mengalahkan logika dan keyakinan, Puncak Bawakaraeng kembali memanggil..


Konon katanya ada mitos yang diyakini oleh para pendaki, jika kamu buang air besar di puncak gunung dengan menggali dan menimbunya kembali dengan tanah maka entah bagaimana caranya puncak gunung akan memanggilmu kembali, mendaki gunung yang sama suatu saat nanti. Mei 2013 saya pernah menulis hal yang sama kala pertama menapaki puncak bawakaraeng, begitu terpesona akan keindahan puncak bawakaraeng membuatku bertaruh dengan mitos yang kudengar dari teman yang entah sudah dimana sekarang, membuatku berpikir saat itu siapa lagi yang akan membawaku kesini. Saya seorang yang sangat jarang mau menginjak tempat yang sama untuk kedua kalinya karena berpikir waktu begitu terbatas dan masih banyak tempat luar biasa diluar sana yang belum kudatangi, mengapa harus menginjak tempat yang sama untuk kedua kalinya, sedangkan mendaki bukanlah hal yang mudah. Namun ternyata kini kupercaya, jangan pernah bermain-main dengan gunung, itulah mengapa para pendaki selalu mempunyai hal-hal yang sakral bagi mereka. Tiga tahun yang lalu bertaruh dengan sebuah mitos, namun kini sebuah mitos mengalahkan logika dan keyakinan, ketika sudah saatnya puncak bawakaraeng kembali memanggil.

Sunday, 20 March 2016

Exotic sunrise Langkadea Island

Sunrise bagai pelukan seorang ibu, selalu membelai hangat...
Sore itu kami berkumpul di pelabuhan paotere untuk menyeberang ke pulau Langkadea. Dengan menggunakan kapal kayu pak wahe yang cukup besar untuk kapasitas kami yang tergolong cukup banyak. keadaan laut cukup tenang untuk sore yang hampir mendekati magrib saat itu. Bahkan kami diijinkan menikmati keindahan sunset saat di kapal. Kapal pak wahe yang kami sewa memiliki kisaran harganya sekitar 800ribu-1juta rupiah, namun tidak terlalu berat jika dengan massa yang cukup banyak untuk sharecost. 

Thursday, 17 March 2016

Menyelami keindahan Wakatobi #Part4 - Patuno milik Pulau Wanci

Pagi-pagi sekali kami sudah bangun dan bergegas bersama carrier kami menuju ke dermaga, tempat kami janjian dengan pemilik kapal ojek yang akan kami tumpangi. Bukan kami akan menuju pulau wanci dengan kapal ojek, namun ternyata kapal kayu yang akan menuju wanci tidak lewat di dermaga pulau hoga. masih terasa sensasinya ketika kapal ojek itu balap untuk mengejar kapal kayu yang akan melintas, seakan-akan kapal kecil itu siap akan menerjang kapal kayu yang begitu besar. Dalam hati saya hanya bertanya apakah kapal kecil ini punya rem atau tidak, karena semakin dekat malah semakin kencang ternyata saat hampir mendekati, dengan santainya dia seperti mulai memiringkan badan kapal untuk merapat pada badan kapal yang besar. Agak sedikit lega karena sang bapak pengemudi kapal ojek ini tidak terlihat seperti rossi ataukan michael schumacher, tapi saya mengakui dia pembalap dibidangnya hahaha.. 

Thursday, 10 March 2016

Menyelami Keindahan Wakatobi #Part3 - Hadiah Tahun Baru dari PulauHoga, Scooling Fish Barracuda

Pagi buta kamis itu tanggal 31 Desember 2015 kami sudah berkemas untuk siap-siap meninggalkan penginapan kami selama di Tomia, dengan rencana awal menuju Pulau Hoga. Berpikir akan meratapi nasib yang sudah berlalu selama tahun 2015 ini,dan kira-kira apa yang akan terjadi di tahun 2016 nanti. Jauh dari hiruk piruk gemerlap kota di malam tahun baru, di pulau yang sepi dan mungkin jumlah nyamuk yang hidup di pulau itu jauh lebih banyak dibandingkan manusia yang hidup didalamnya hahaha… Hamparan laut yang tepat didepan penginapan, kembang api yang ada di pulau seberang yang hanya dapat dilihat dari kejauhan, Matahari terbenam terakhir yang dinikmati dengan berenang bebas dilaut bagai memiliki kolam renang pribadi, diving di hari pertama ditahun 2016, terutama yang menjadi awal racun kepengen ke wakatobi, dan akhirnya bisa menemukannya sendiri dengan mata kepala sendiri dan bukan hanya foto tag-tagan dari teman diver, hadiah tahun baru dari pulau hoga menikmati scooling fish barracuda yang luar biasa…

Friday, 26 February 2016

Menyelami Keindahan Wakatobi #Part2 - Menerjang Badai Demi Mabok Divedi Pulau Tomia


Tepat pukul 9 malam itu Kapal KM.Wahyu Samudra yang menuju Pulau Tomia berlaju kencang dilautan luas. Berpikir menaiki sebuah kapal kayu yang berisi puluhan orang beserta barang-barang yang mereka bawa yang tak tergolong kecil dan sedikit selama 12 jam membuat kami agak tak begitu tenang, dan akhirnya saya meminum dopping obat mabok yang selalu menjadi andalanku kemana pun saya berpergian, dramamin. meminum obat ini tak menunggu lama jika menyandarkan kepala sedikit saja maka langsung tepar, tapi masih kami rasakan entah saat kapal ini berputar-putar seperti melewati pusaran air atau seperti melompati ombak dengan beberapa hentakan besar. Yah begitupula doa yang tak henti terucap agar kami tiba dengan selamat, Namun obat mabok tak memberi kami kesempatan untuk menikmati itu semua dan akhirnya kami tertidur hingga tetesan air dari atas dak kapal menetes, dan membangunkan kami seolah-olah seperti berada dalam kapal bajak laut flying dutchman di film spongebob kaca-kaca dideretan trotoar kapal dipenuhi kilatan petir, semburan ombak, cipratan air hujan yang deras dan ternyata badai rnenyapa kami...

Saturday, 20 February 2016

TRAVELMATE





Ketika rasa jenuh saat itu muncul dan rasanya dunia sudah agak tak seru lagi, ingin kemana lagi ingin mencari apalagi dan disitulah saya bertemu mereka… Jika belum bisa menemukan sosok soulmate atau teman hidup namun telah kutemukan sosok Travelmateku atau mereka yang kusebut teman seperjalanan atau selayaknya sebuah keluarga baru…



Wednesday, 3 February 2016

Menyelami Keindahan Wakatobi #Part1 – Tidur Siang Di Nirwana KotaBau-Bau




Kota Bau-bau memiliki sebuah tempat terbaik untuk Tidur siang yang anggap saja kita sedang tidur di nirwana, dengan hamparan pemandangan lautan beralaskan bale-bale diatas tebing karang dan ditemani semangka sebagai penganjal makan siang. Tak heran ini disebut Nirwana. Semalaman tidak tidur demi mengejar keberangkatan pesawat disubuh pagi menuju awal perjalanan Wakatobi yaitu Kota bau-bau, bermodalkan mencoba berteman dengan orang kapal agar dapat menitip Carrier di kapal menuju Tomia, membuat kami dapat berkeliling dengan leluasa, namun karena berencana akan menginap diatas kapal untuk malam ini, maka kami tak mempunyai tempat untuk beristirahat, maka Pantai Nirwana menjadi tempat terbaik bagi kami untuk Tidur Siang hehhee…

Tuesday, 19 January 2016

Gigitan Kalajengking Pulau Selayar


Pulau Selayar sudah menjadi impian sejak lama, akhirnya bisa menjelajah pulau selayar merupakan hal yang Luar Biasa. Setelah rencana yang cukup matang namun bisa juga disebut dadakan karena kepastiannya disaat-saat terakhir tak menjadi hambatan kami untuk menjelajah pulau selayar…