Monday, 15 June 2015

Kebersamaan dan keindahan di Pulau Larearea, Pulau 9 Sinjai Sulawesi Selatan



Kali ini Travelmate Makassar membuat planning yang menghebohkan hahaha..



Untuk Trip tanggal 15 – 17 mei Team travelmate dibagi menjadi 2 team yaitu Team Gunung dengan tujuan lembah ramma dan Team Laut dengan Tujuan Pulau Larearea di SInjai…  dan yang lucunya team ceweknya juga di bagi 2 hahaha… Team Gunung dengan Tujuan lembah ramma beranggotakan, Rhaya, Dharma, Kak ippang, Jiet dan beberapa anak baru yang belum saya kenal. Dan Team Laut dengan Tujuan Pulau Larearea Pulau 9 di sinjai beranggotakan hanya 6 orang, saya, ovhy, kak cakra, kak gilang, kak arief dan Piki, team laut agak dibatasi kuotanya karena perjalanan yang agak jauh dan tripnya agak berat karena keluar kota. Dan karena saya berada di team Laut mari kita mulai bercerita pengalaman kami…

Rombongan pertama trip ke sinjai yang terdiri dari kak cakra, kak gilang, kak arief dan piki sudah berangkat sejak Rabu malam tanggal 13 mei 2015, mereka memulai perjalanan dari Makassar ke sinjai kemudian ke Pulau Burungloe…  
Tak bisa menjelaskan terlalu banyak mengenai pulau Burungloe, tapi dari cerita kawan-kawan rombongan pertama pulau ini cukup besar dengan pulau yang seperti ada gunung di atasnya... Pengalaman mereka di pulau ini bermain-main dengan anak-anak disekitar, tinggal dirumah keluarga kak cakra dan berkeliling pulau dengan medan yang ekstrim hahahaa.... 

Jumat, 15 mei 2015
Menjelang sore Rombongan kedua yaitu saya dan ovhy mulai start dari makassar, tapi sebelum itu kami makan coto paraikate dulu sebagai pengisi tenaga hahaha...
Kami menggunakan kendaraan umum yaitu mobil penumpang untuk bisa sampai ke sinjai, ongkos yang harus kami bayarkan adalah Rp. 80.000/ org dengan waktu tempuh yaitu sekitar 4 jam, kami start dari makassar jam 20.30 WITA dan sampai dengan selamat di sinjai pukul 01.00 WITA. Sesampainya kami menginap dan beristirahat dirumah keluarga kak cakra yang bersahaja. 

Sabtu, 16 Mei 2015
Pagi harinya kami bangun dengan begitu cepat dan tak sabar menunggu ingin ke pulau.. setelah mandi dan sarapan sekedar berbincang-bincang dengan keluarga kak cakra kami bersiap-siap berangkat dan janjian ketemu di daerah Gojeng.


Lokasi situs Batu Pake Gojeng terletak di atas puncak bukit dan merupakan pemakaman raja-raja Batu Pake Gojeng dan keluarganya. Kerajaan Batu Pake Gojeng tumbuh dan berkembang pada masa sebelum Islam memasuki daerah Sinjai. Menurut definisinya dikatakan Batu Pake adalah batu yang telah di pahat dan Gojeng adalah nama wilayah tersebut. Versi lain mengatakan bahwa Batu Pake adalah batu bertuah bagi masyarakat setempat. Puncak Taman Purbakala Batu Pake Gojeng pernah digunakan oleh Jepang pada masa perang dunia sebagai benteng pengintaian dan markas pertahanan. Lokasi yang strategis untuk mengawasi kapal laut yang melintasi teluk Bone maupun pesawat terbang sekutu. Dari puncak ini kita bisa memandang jauh deretan Pulau Sembilan, rimbunan hutan bakau Tongke-tongke, serta laut yang biru menghampar diatas terumbu karang Larea-rea.
Taman Purbakala Batu Pake Gojeng memiliki nilai historis tersendiri dimana terdapat tiga peninggalan seperti megalitik, artifak, dan ekofak. Peninggalan megalitik terbukti dengan adanya batu berlubang yang memiliki diameter yang sangat bervariatif yaitu antara 15 cm hingga 70 cm. Meskipun demikian, secara umum ukuran diameter lubang berkisar 25 cm, 40 cm, dan 50 cm dengan kedalaman 35-60 cm yang merupakan ukuran dominan secara acak dan tersusun, seperti satu lubang besar yang dikelilingi oleh sejumlah lubang kecil atau sederet lubang kecil diapit oleh dua buah lubang besar, sepasang lubang sejajar dengan ukuran yang sama atau berbeda, dan sebagainya. Oya, saya lihat juga batu berlubang di pulau Larea-rea. Yah penjelasan diatas mengambil salah satu ulasan om Arief Madekan mengenai Gojeng di akun FB nya, thanks om :)
Sambil kami menunggu kapal ke pulau yang sebenarnya baru datang sekitar jam 1 siang, gojeng menjadi tempat ajang kami berfoto-foto ria dengan berlatarkan pemandangan kota sinjai yang hijau dengan sawah dan pepohonannya yang menambah keindahannya.
Kemudian setelah puas kami menuju pelabuhan dan akan berangkat dengan menggunakan kapal yang menurut kami sedikit agak mencengahkan dan menjadi cerita tersendiri, kapal maupun perahunya bisa maju dan mundur bahkan bisa rem hahaha terutama bisa menghindari kecelakaan sehingga tak ada lagi kata "apapoeng.." hahahaa..
Kunjungan ke pulau Larea-rea dipenuhi kecemasan akan ombak besar tetapi syukurlah, semua baik-baik saja. Sempat transit di 2 pulau sekaligus yaitu Leang-leang dan Kambuno, akhirnya tiba juga di Larea-rea. Ini kunjungan yang pertama kalinya kami dan pulau ini terlihat begitu cantik dan luar biasa tak seperti pulau yang tak berpenghuni.
Pulau Larea-rea adalah pulau kosong tak berpenghuni,

jadi kami mendirikan tenda untuk bermalam. membuat api unggun.... mengejar matahari terbenam yang begitu luar biasa indahnya yang tak bisa digantikan dengan kata-kata namun terlihat cukup dari kutipan gambar saja dengan konsep kami ala balon-balonan hahaha...

Saat kepulau kami berjumlah 10 orang, 6 orang dari makassar dan 4 orang yang lainnya adalah sepupunya kak carka..

ketika menjelang malam kami mulai menyiapkan makan malam, yang sengaja di buat dengan sedemikian rupa... nasi yang seadanya, ingin membuat martabak mie yang jadi malah mie orak arik ala kak cakra dan kak gilang yang kepanasan membuatnya, sambal terasi dengan ulegkan cobek yang jauh-jauh dan berat di bawa dari makassar dan sayur kangkung yang kami beli di pulau kambuno hahaha.. semuanya terasa sempurna dengan bekas bungkusan mie sebagai piring kami hahaha karena dipualu ini tak ada daun pisang kami betul-betul membuat semua seadanya namun nikmatnya tak tertandingi mungkin karena kami memang lapar hhahhaa...

Api unggun, malam yang berbintang, deburan ombak, udara pantai yang berdesir membuat malam ini terasa begitu luar biasa... duduk-duduk bercerita bersama membuat kami teringat, saat kami akan kepulau larea-rea ini, sepanjang diperjalanan saat kami mencari air galon, beras, maupun sayur ataupun kapal semua orang menanyakan kami akan kemana.. dan dengan ekspresi kaget dan yahh agak tertawa mengejek sih mengatakan bahwa pulau ini tak berpenghuni dan tak ada yang pernah menginap di pulau ini.. hal itu membuat hati kami sedikit ciut namun tak mengurungkan niat kami tekat kami sudah bulat untuk menginap di pulau ini... dan ternyata begitu luar biasa, pengalaman yang tak tergantikan...
tapi menurutku alasan kenapa orang-orang jarang yang menginap disana karena air pasang nya cukup tinggi hingga hampir mencapai tenda kami, bersyukur air dan alam cukup bersahabat akan niat baik kami ingin menikmati malam panjang di pulau ini... namun saat surut pulau ini terlihat sungguh luar biasa seakan-akan pulau ini membelah laut menjadi 2 bagian hehehe itu sih salah satu tanggapan dan penglihatan temanku di facebook yang melihat foto kami...

ketika malam sudah mulai larut hujan pun turun dan memaksa kami untuk beristirahat dan berharap hari esok akan cerah...

Minggu, 17 mei 2015
keesokan paginya, tak berhenti membuat kami tercengah akan matahari terbitnya yang begitu luar biasa... teman-teman pengejar landscape seperti kak arief dan kak gilang tak berhenti mengutip kameranya. kami juga tak tinggal diam dan berfoto ria dengan balon dan gaya yogaku hahaha...

setelah puas berfoto-foto kami turun sekedar snorkling dan melihat-lihat keindahan alam bawah lautnya.. namun ombak yang begitu kencang membuat kami tak bisa berenang terlalu lama...

setelah itu kami bersiap-siap dan merapihkan barang untuk pulang, seperti tak bisa berhenti menikmati keindahan pulau ini yang membuat kami tak berhenti mengabadikanya dalam bingkai kamera....

setelah dijemput oleh speedboat kami kembali langsung ke kota sinjai...

dengan badan yang lelah kami langsung singgah di pasar sentral sinjai untuk makan dan membeli ireks hahaha ireks adalah minuman yang terbuat dari tapi, telur, ekstrajoss dan lain-lain yahh lebih tepatnya rasanya seperti poteng cair hahahaa...

perjalanan pulang kami begitu mengembirakan dengan melihat jejeran sawah di kawasan maros dan meminum segelas es kelapa hehe...

...Traveling adalah mencoba hal-hal baru, membuka mata dan hati menikmati alam dan setiap senti dari pengalaman yang didapatkan dalam setiap trip yang kita jalani bersama teman-teman baru namun berbaur bercanda, makan dan tidur bersama dalam satu tenda dan dihangatkan dalam satu api unggun, cerita dan hal yang tak akan pernah terlupakan namun menjadi sebuah cerita yang akan selalu di ingat dalam perjalanan kehidupanmu...
Thanks God buat Dunia yang begitu indah ini yang kami lihat dengan cara kami yang berbeda...
Thanks sobat-sobat sehobi akan pengalaman-pengalaman berharga ini....
Tetaplah berkarya dan nikmati hidupmu karena dunia ini indah jika kamu dapat melihatnya dengan cara yang berbeda..
















_Thanks TRAVELMATE_ 
Ovhy, kak gilang, kak arief, kak cakra, dan piki
semakin jaya dan luar biasa kawan!

1 comment:

  1. Ajak2 dong jalan-jalan hehe..
    Aku di kab sinjai

    ReplyDelete