Monday, 25 May 2015

Podang-podang Cakdi Island with Travelmate Makassar




Hai kawan-kawan… sudah lama saya tak bercerita namun punya segudang cerita dan trip yang ingin saya bagikan buat kalian… 

Saya bergabung di Komunitas Travelmate, kami bertemu secara kebetulan namun trip yang menyatukan kami seperti mendapatkan keluarga baru. Bersama dengan komunitas Travelmate Makassar dan beberapa campuran komunitas lain, Rencana awal trip kami yaitu ke Pulau Langkadea namun akhirnya pindah lokasi ke Pulau Podang-podang caddi… 
Podang-podang caddi adalah salah satu antara jejeran pulau di kabupaten pangkep. Tepatnya Desa mattiro dolangeng, kecamatan Liukang Tupabiring Utara, kabupaten pangkep, provinsi Sulawesi Selatan. Sebuah pulau yang tak berpenghuni tapi sangat menakjubkan.

Sabtu, 2 Mei 2015
Sabtu pagi kami sudah berkumpul di pelabuhan paotere dan untuk persiapan menyeberang ke pulau Langkadea kami harus menyewa perahu. Kuota kami hampir sekitar 25 orang lebih. Untuk menyeberang dengan menggunakan perahu kami harus menyewa perahu seharga 1,2 juta, harga kapal itu cukup terasa ringan jika kita melakukan trip dengan banyak orang. Waktu yang ditempuh yaitu sekitar 30-45 menit. Namun saat kami sampai ke pulau langkadea ternyata ada komunitas bolang makassar yang sudah memasukkan ijin dan kuota peserta mereka cukup banyak dan kami tidak dapat gabung diacara mereka karena kita punya acara sendiri hahaha… namun kami singgah dipulau langkadea sebenarnya untuk mengambil 4 orang teman yang terdampar dan ketinggalan perahu di sana hahaha dan membawa mereka bersama kami ke pulau podang-podang caddi..

Dan akhirnya yang menjadi pilihan terakhirlah yang ternyata menjadi yang terbaik… Pulau Podang-podang caddi, pulau tak berpenghuni namun biasa ddijadikan tempat camp para penikmat keindahan pulau. Keadaan pulau yang sepi namun tenang dengan hamparan pasir putih dan lautan yang biru dan jernih dengan koral dan karang-karangnya yang indah, binatang-binatang laut yang beraneka macam jenis dan warnanya.  Hal yang Luar biasa yang membuat manusia tak dapat berhenti bersyukur pada sang pencipta. 

Saat sampai kami langsung medirikan 6 tenda, tempat dapur untuk mengolah makanan, mengumpulkan kayu bakar untuk api unggun segalanya dilakukan bersama-sama dan menyenangkan. Ohya panjang cerita namun saya belum memperkenalkan masing-masing diantara kami… Ada ovhy yang mempelopori adanya travelmate Makassar, ada Dharma, Rhaya, bella, saad, kak ippang, bull-bull, piki, dan banyak yang lainya dan 4 orang yang kami temukan di pulau langkadea kak gilang, kak apung, aries dan imam, juga ada sekeluarga yaitu ayah dan bunda serta anak mereka maysha dan zifa. Hahahha macam-macam namun saat kami bersama dalam 1 trip kami menjadi 1 team yang menyenangkan.

Setelah merapikan beberapa sudut dari tempat camp kami, kami menikmati dulu apa yang kami perjuangkan untuk datang ke pulau ini bermain pasir, berenang-renang, snorkeling atau menyelam melihat keindahan bawah laut pulau podang-podang caddi yang mencengahkan dan tak berhenti membuat takjub. 

Saat Senja mendekat dengan matahari terbenamnya yang menakjubkan kami menikmati sambil mempersiapkan makan malam.. menu makan malam kami, ikan bakar, udang kuah, sop dan nasi. Sederhana namun lebih nikmat. Saat waktu makan malam tiba, kami mempersiapkan posisi terbaik masing-masing hahhahaa….

Daun pisang menjadi piring kami, dengan telaten kami membersihkan daun pisang untuk tempat kami makan hahaha dan ada hal lucu, saat daun pisang sudah di atur tiba-tiba bunda datang dan dengan semangat duduk diatas daun pisang hahaha dan bilang “ tawwa rapihnya” hahaha…. yang lain hanya terpanah tapi ada kak ippang yang langsung menaruh nasi di atas piringnya dan saat bunda sadar ternyata itu adalah untuk penganti piring kami semua tertawa dengan bunda yang merasa malu hahahhaa…. 

kami makan dengan nikmatnya, saking nikmatnya teman-teman sudah bosan mengambil udang kuah dengan sendok dan langsung menangkap udang itu dengan tangan hahahhaa kuah yang sudah kayak kobokan karena begitu banyak tangan yang masuk tiba-tiba bunda datang dan mau minta kuah udang, sambil menimbah kuah dengan sendok dan bilang “ enak ini kuahnya udang nah..” kami kembali terpanah untuk yang kedua kalinya karena bunda hahahhaa… tak berani bicara kami hanya saling kode dan ketawa dalam diam hahahaha…. Ini menjadi kisah lucu yang selalu akan menjadi sepengal cerita saat kami trip  hahaha… tak masalah karena hal-hal unik inilah yang akan sangat kami rindukan nantinya hehehe…

Setelah selesai dengan makan malam kami, kami duduk-duduk bercerita di api unggun.. namun kemudian pindah ke tepian pantai. Disitu kami melihat sebuah kebersamaan keluarga yang begitu harmonis ayah, bunda, maysha dan zifa.. mereka berfoto keluarga di tepi pantai dengan tawa senyum dan pelukan yang begitu romantis dan seperti sangat bahagia, tak sedikit dr kami pasti yang ingin memiliki keluarga kecil yang seperti itu sederhana, dan bahagia dengan menikmati trip mereka bersama keluarga dan anak-anak mereka yang masih kecil yang mulai dari sekarang diterpa dan dibesarkan dengan alam nantinya mereka pasti akan jadi anak-anak yang luar biasa dengan mental yang kuat. Hahahha tak mau kalah kami para ladies juga ikut berfoto dengan kamera yang bisa memperlihatkan cerahnya langit malam padahal aslinya busettt gelap bangett hahaha…. 

















Kemudian kami membeli cumi-cumi dari nelayan yang lewat untuk sarapan besok, Setelah capek dengan berfoto-foto kami mulai memasak air dengan duduk beralaskan pasir putih dan semilir angin pantai dengan beberapa cangkir kopi dan teh tanpa gula kami mulai menimati malam minggu dengan cara kami sendiri hingga hujan yang menghentikan romantisnya kami menikmati malam hahaha… Kemudian kami masuk ke dalam tenda dan mengakhiri malam ini dengan tersenyum.

Minggu, 3 Mei 2015
Bangun dipagi hari dengan sapaan matahari yang terbit dari sela-sela garis pantai berlatarkan jejeran pulau-pulau kecil dibelakangnya membuat pagi yang luar biasa. Kami membuat sarapan dengan cumi-cumi yang kami beli dari nelayan yang lewat, dibakar dan dimakan dengan nasi rasanya 2 kali lipat nikmatnya hahhaa… 















 kemudian setelah kenyang kami bersiap-siap turun untuk snorkeling ataupun menyelam kembali menikmati keindahan bawah laut sebelum kami meninggalkan pulau ini.. entah berfoto-foto dengan kasur air pelangi ataukah dengan gabus-gabus yang dipinjamkan pemilik perahu hahahhaa semuanya terasa seru… 










yang paling jago yaitu laut yang begitu dalam namun anak-anak kecil seperti maysha dan zifa tidak mau kalah, mereka berenang dan snorling seperti kami dan ayah bundanya  tanpa mengunakan pelampung padahal dibawah laut terlihat begitu gelap karena dalam. Anak-anak yang hebat, hahahha kadang saya kagum dengan cara orang tua yang mendidik anak-anaknya begitu berani menghadapi alam.


Namun siang sudah datang menjemput bersamaan dengan pemilik kapal, kami mulai bersiap-siap pulang dan berfoto bersama mengabadikan kebersamaan kami yang tak akan tergantikan dan menjadi pengalaman tersendiri buat masing-masing kami.

Traveling membuat kita bertemu dengan orang-orang yang baru, yang kelak bisa menjadi teman, ataukah saudara bahkan menjadi seperti keluarga sendiri.

Jangan jadikan Travelingmu hal yang asing dengan sebuah jarak, tapi membuang jarak itu dan mengantinya dengan sebuah kebersamaan, senyum bahkan pelukan hangat.

“..Simple, Make your Trip like a home..”


_Thanks and always be the best for Travelmate Makassar_

No comments:

Post a Comment